Anak Korban Kebakaran Aspol Panularan Solo Belum Masuk Sekolah

Anak Korban Kebakaran Aspol Panularan Solo Belum Masuk Sekolah

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 04 Agu 2026 16:46 WIB
Rumah yang terbakar di Aspol Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Selasa (4/8/2026).
Rumah yang terbakar di Aspol Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Selasa (4/8/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Sejumlah anak korban kebakaran Asrama Polisi (Aspol) Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, masih belum masuk sekolah. Salah seorang anak korban kebakaran Aspol Panularan, Dafa, mengatakan sudah dua hari ini belum masuk sekolah.

"Baru dua hari (libur). Sudah (izin), dibolehin," kata Dafa yang merupakan siswa SMPN 15 Solo kelas VII kepada awak media di Aspol Panularan, Selasa (4/8/2026).

"Enggak (senang). Mau sekolah. Seragam sudah dikasih," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak dua keluarga masih mengungsi di Aula Aspol Panularan. Sementara yang lain sudah pindah ikut kerabat, dan mengontrak kos. Mereka sebelumnya mengungsi di Lodji Gandrung, pascakebakaran di Aspol Panularan.

ADVERTISEMENT

Saat ini Dafa menginap di rumah temannya di lingkungan Aspol Panularan yang tidak terbakar. Dia juga mengaku sudah mendapatkan bantuan dari Wali Kota Solo Respati Ardi.

"Dikasih (baju) oleh Respati. Dikasih baju sekolah, baju buat ganti di rumah, sama buku," ucapnya.

Sebanyak 12 rumah di lingkungan Aspol Panularan terbakar pada Jumat (31/7/2026). Saat itu Dafa berada di dalam rumah.

"Aku baru di dalam rumah, terus keluar lihat asap di belakang. Iya (langsung lari). Baju, sepatu, buku paket (terbakar)," terangnya.

Sementara itu, Kepala Aspol Panularan Ngatmin, mengatakan saat ini tidak ada masalah yang berarti, hanya saja sejumlah orang masih trauma akibat bencana kebakaran tersebut.

"Tidak ada permasalahan yang signifikan, baik-baik semua. Cuma masih trauma. Terutama anak-anak, penginnya kembali seperti semula, tapi kenyataannya tidak bisa paling," kata Ngatmin kepada awak media di Aspol Panularan.

Dia mengatakan, ada lima anak usia sekolah yang masih mengungsi. Warga yang lain sudah mencari tempat tinggal masing-masing.

"Sementara (anak sekolah) belum masuk, masih libur, masih trauma. Belum bisa adaptasi, masih menyesuaikan. Paling besok mulai masuk, nggak mungkin di rumah terus, pasti tetap ke sekolah," jelasnya.

Ngatmin mengatakan, sudah sejak kemarin para pengungsi meninggalkan Lodji Gandrung karena waktunya sudah habis. Dia dan keluarganya memilih mengungsi di Aula Aspol.

"Sudah habis batasnya. Dari kemarin, jam 09.00 harus keluar dari sana (Lodji Gandrung), karena batasnya sudah selesai. Manut aturan saja, meninggalkan dan pada mencar. Yang mau ke sini Monggo," ucapnya.

Dia mengaku dari Pemkot sempat menawarkan Rusun. Namun mereka di tempatkan di lantai 4, yang membuat para lansia keberatan.

"Kemarin kan solusinya ke Rusun, tapi lantai 4. Yang manula nggak mampu naik ke sana. Akhirnya ada yang ikut anak, saudara, dua keluarga di sini (aula)," terangnya.

"Harapannya, kalau mau dibangun Monggo. Kalau mau diberi kompensasi ya beri kompensasi saja. Jadi masyarakat puas," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 12 rumah di lingkungan Aspol Panularan, Kecamatan Serengan, Kota Solo terbakar. Kebakaran terjadi sekira pukul 16.00 WIB.

Asap pekat sempat membumbung tinggi saat kebakaran tersebut. Petugas Damkar, dibantu relawan gabungan mencoba melakukan pemadaman api dan melakukan evakuasi warga.

"(Yang terbakar) Asrama (polisi). (Untuk ditinggali) Anggota Polri," kata Kapolresta Kombes Catur Cahyono Wibowo, kepada awak media di lokasi kejadian, Jumat (31/7/2026).

Catur menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh warga penghuni Aspol yang terbakar berhasil dievakuasi.

"Terdampak 10 KK, unit ada 12 (rumah) yang dua (rumah) sedang kosong. Untuk penyebab sedang kita dalami. Tidak ada korban jiwa, Alhamdulillah. Hanya materiil," ucapnya.

Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, salah satu penghuni aspol mengaku menyalakan obat nyamuk bakar. Sebelum kejadian, saksi mengaku menyalakan obat nyamuk bakar yang diletakkan di atas karpet di bawah tempat tidur, lalu keluar rumah untuk mencuci sepeda motor.

"Iya diduga karena obat nyamuk bakar," kata Lingga saat dihubungi detikJateng, Sabtu (1/8/2026).



(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads