Korban Kebakaran Aspol Panularan Mengungsi di Rumdin Wali Kota Solo

Korban Kebakaran Aspol Panularan Mengungsi di Rumdin Wali Kota Solo

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 01 Agu 2026 16:11 WIB
Suasana pengungsi korban kebakaran Aspol Panularan, di guest house (GH) Lodji Gandrung, Kota Solo, Sabtu (1/8/2026)
Suasana pengungsi korban kebakaran Aspol Panularan, di guest house (GH) Lodji Gandrung, Kota Solo, Sabtu (1/8/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Sebanyak 12 rumah di Asrama Polisi (Aspol) Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo Kebakaran. Para penghuni rumah kini mengungsi di lantai dua guest house (GH) Lodji Gandrung.

Dari pantauan detikJateng, para pengungsi menempati lima kamar. Sementara ruang tengah digunakan untuk ruang makan, dan meletakan bantuan. Nampak, sejumlah boks dari Bhayakari Peduli sudah datang.

Salah seorang pengungsi, Endang Sukmawati (62) mengatakan, ada sekitar 8 KK yang terdiri dari sekitar 20 jiwa. Laki-laki, perempuan, dan anak-anak ditempatkan dalam kamar yang berbeda. Dua kamar lainnya di tempati dua KK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang dua KK ditempat saudara, yang satu masih tinggal di asrama. Tapi nanti sore, yang ditempatnya saudaranya mau pindah ke sini," kata Endang kepada awak media di GH Lodji Gandrung, Sabtu (1/8/2026).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, fasilitas yang diberikan untuk tempat pengungsian sudah lengkap, dan kebutuhan para pengungsi sudah terpenuhi. Ditambah, tempatnya cukup nyaman.

Saat ini, para pengungsi tengah memikirkan sejumlah barang berharga yang hilang, seperti pakaian kerja dan sekolah anak. Sebab, pakaian mereka juga hangus terbakar.

"Seragam anak sekolah belum ada, terbakar semua. Dari 12 rumah itu, yang selamat membawa surat-surat cuma satu saja. Yang lain tidak bawa apa-apa," ucapnya.

Endang mengatakan, warga tidak menyangka api akan cepat merembet ke rumah mereka. Sehingga mereka hanya bisa mengevakuasi diri, agar selamat dari bencana.

Harta benda miliknya sudah hangus terbakar, seperti barang elektronik, perhiasan, pakaian, dan uang yang ada di rumah.

"Anak saya kan jualan kacamata, padahal baru kulakan. Jadi kacamata itu terbakar. Ya ada uang, perhiasan sedikit. Kalau motor kan di luar, jadi bisa diselamatkan," terangnya.

Endang dan para pengungsi yang lain masih belum tahu berapa lama mereka akan mengungsi. Mereka juga belum memikirkan langkah selanjutnya.

Selama tinggal 35 tahun di Aspol Panularan, Endang sudah pasrah jika tidak bisa kembali lagi meninggali Aspol. Namun dia berharap ada bantuan untuk menyicil hunian yang layak.

"Kalau diganti kan tidak mungkin. Jadi mungkin diperhatikan saja, dicarikan rumah disuruh nyicil gak papa," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 rumah di lingkungan Aspol Panularan, Kecamatan Serengan, Kota Solo terbakar. Kebakaran terjadi hari Jumat (31/7) sekira pukul 16.00 WIB.

Asap pekat sempat membumbung tinggi saat kebakaran tersebut. Petugas Damkar, dibantu relawan gabungan mencoba melakukan pemadaman api dan melakukan evakuasi warga.

"(Yang terbakar) Asrama (polisi). (Untuk ditinggali) Anggota Polri," kata Kapolresta Kombes Catur Cahyono Wibowo, kepada awak media di lokasi kejadian, Jumat (31/7/2026).

Catur menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh warga penghuni Aspol yang terbakar berhasil dievakuasi.

"Terdampak 10 KK, unit ada 12 (rumah) yang dua (rumah) sedang kosong. Untuk penyebab sedang kita dalami. Tidak ada korban jiwa, Alhamdulillah. Hanya materiil," ucapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani mengatakan, berdasarkan keterangan penghuni Aspol Purn Bambang Iswiyanto, api diduga berasal dari rumahnya. Sebelum kejadian, ia mengaku menyalakan obat nyamuk bakar yang diletakkan di atas karpet di bawah tempat tidur, lalu keluar rumah untuk mencuci sepeda motor.

"Iya diduga karena obat nyamuk bakar," kata Lingga saat dihubungi detikJateng, Sabtu (1/8/2026).

Tak lama berselang, Bambang melihat asap hitam keluar dari rumahnya yang kemudian disusul kobaran api. Karena jarak antarbangunan cukup rapat, api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lain hingga menghanguskan belasan rumah dinas.

"Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya.



(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads