Kepala SPPG di Semarang Dicopot Buntut 707 Orang Keracunan MBG

Suci Risanti Rahmadania - detikJateng
Selasa, 04 Agu 2026 11:07 WIB
Dinkes Kota Semarang saat mengambil sampel MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan ratusan siswa SMKN 6 Semarang. Foto: Dok. Pemkot Semarang
Solo -

Sebanyak 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia dicopot dari jabatannya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satunya ialah Kepala SPPG yang dapurnya menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang.

Dilansir detikHealth, BGN mengambil langkah tegas dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dan perhari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia yaitu di Jawa Barat, lampung, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten dan Jawa Tengah termasuk yang kemarin dapurnya yang di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang," kata Kepala BGN Sudaryono seusai Rapat Pimpinan di Kantor BGN, Senin (3/8/2026).

Sudaryono menegaskan, pencopotan dilakukan terhadap kepala SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun memiliki rekam jejak kasus yang bertentangan dengan standar operasional dan integritas pelaksanaan Program MBG.

Sudaryono menambahkan, tindakan pencopotan tersebut merupakan bentuk disiplin organisasi terhadap berbagai pelanggaran yang ditemukan di lapangan, mulai dari kasus keracunan hingga pelanggaran dalam pengelolaan keuangan.

"Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain itu kami zero toleran, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana kepercayaan itu baik, tapi pengendaliannya lebih baik," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6 Semarang, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG pada Jumat (31/7). Mayoritas korban mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.

Kepala BGN Sudaryono menyambangi para korban insiden keamanan pangan yang diduga berkaitan dengan Program MBG di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, yakni di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, Sabtu (1/8).

"Jadi ini saya kunjungan ke Semarang merespons dari laporan adanya keracunan dari SMK Negeri 6 Semarang ya. Jadi ada sekitar 700an sekian, kemudian sebagian itu kemudian ada yang mual, ada yang buang air dan seterusnya," kata Sudaryono, Sabtu (1/8/2026).

"Dari sekitar 700an itu yang dirawat, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," sambungnya.

Dari hasil investigasi awal, BGN menduga insiden dipicu oleh beberapa bahan makanan yang masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, serta waktu memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.

Hasil investigasi awal mengarah pada beberapa bahan makanan, di antaranya daun singkong dan bumbu rendang. Bahan-bahan tersebut saat ini masih diperiksa di laboratorium oleh Dinas Kesehatan.

"Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja begitu untuk sampai dengan hasilnya. Kemudian kita bisa lihat hasil lab-nya. Tapi sejauh ini investigasi kita sejauh ini adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal," ungkap Sudaryono.

Sudaryono memastikan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara (suspend) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi yang melayani para penerima manfaat tersebut.

"Jadi dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG, ada yang di situ kita beri sanksi termasuk Korcam dan ke atas ini kami beri peringatan," tegasnya.



Simak Video "Video: Kasus Keracunan MBG Baru Pertama Terjadi di Surabaya, Korban Langsung 200"

(dil/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB