Kabar dugaan perundungan (bullying) yang merenggut korban jiwa terjadi di Pemalang. Seorang murid SMP Negeri 4 Randudongkal Pemalang, bernama Ahmad Al Fian, tewas diduga dibully teman-temannya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban sempat dirawat di RS Mardhatillah Muhammadiyah Randudongkal, Pemalang, pada Minggu (2/8). Namun, Ahmad Al Fian dinyatakan meninggal pada Minggu malamnya.
Jenazah Diautopsi
Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Faizal Wildan Umar, menyatakan pihaknya melakukan autopsi ke jenazah Fian. Selain itu, polisi juga memeriksa sejumlah orang, termasuk teman korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk hari ini kami sudah melaksanakan autopsi bersama Dokes Polda Jawa Tengah. Untuk hasil autopsi nanti akan kami rilis lebih lanjut. Saat ini kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada," kata Wildan saat ditemui wartawan di RS Mardhatillah Randudongkal, Senin (3/8/2026).
"Kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada dan saat ini kami sedang melaksanakan pemeriksaan kepada beberapa saksi dari teman korban dan dokter yang menangani dan dari orangtua korban," lanjut Wildan.
Kasus tersebut mulai ditangani setelah anggota Polsek Randudongkal menerima aduan terkait meninggalnya korban pada Minggu (2/8) sekitar pukul 22.00 WIB.
"Begitu menerima aduan, anggota Sat Reskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban," ujarnya.
Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, korban sempat menjalani perawatan selama satu hari di Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Kami masih menunggu hasil rekam medis dari Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal, di mana korban sempat dirawat selama satu hari sebelum dinyatakan meninggal dunia," kata Wildan.
Selain melakukan pemeriksaan saksi, Polres Pemalang juga berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah serta sejumlah instansi terkait guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Ayah Korban Minta Kematian Anaknya Diusut Tuntas
Sementara ayah Fian, Saifudin, ditemui di rumah sakit mengungkapkan dirinya mendapat kabar kematian anaknya saat bekerja di Jakarta.
Ia berharap kasus yang menimpa putranya dapat diusut hingga tuntas dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Harapannya ya biar bisa diproses secara hukum yang berlaku saja. Minimal setimpal dengan hukuman yang ada," ujar Saifudin.
