Siswa SMP Pemalang Tewas Diduga Dibully Sempat Dirawat 1 Hari di RS

Siswa SMP Pemalang Tewas Diduga Dibully Sempat Dirawat 1 Hari di RS

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 03 Agu 2026 16:22 WIB
Jenazah siswa SMP inisial AAF (13), warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, yang diduga jadi korban bullying, Senin (3/8/2026).
Jenazah siswa SMP inisial AAF (13), warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, yang diduga jadi korban bullying, Senin (3/8/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pemalang -

Polres Pemalang masih mendalami kasus meninggalnya siswa salah satu SMPN di Randudongkal, Pemalang, berinisial AAF (13), yang diduga sebagai korban perundungan atau bullying. Polisi tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman korban.

Korban merupakan warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal. Kasatreskrim Polres Pemalang AKP M Faizal Wildan Umar mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Untuk hari ini kami sudah melaksanakan autopsi bersama Dokes Polda Jawa Tengah. Untuk hasil autopsi nanti akan kami rilis lebih lanjut. Saat ini kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada," kata Wildan saat ditemui wartawan di RS Mardhatillah Randudongkal, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wildan menjelaskan, penyidik saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi yang terdiri dari teman-teman korban, dokter yang menangani korban selama menjalani perawatan di RS, serta orang tua korban.

"Kami masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait saksi-saksi yang ada dan saat ini kami sedang melaksanakan pemeriksaan kepada beberapa saksi dari teman korban dan dokter yang menangani dan dari orangtua korban," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Kasus tersebut mulai ditangani setelah anggota Polsek Randudongkal menerima aduan terkait meninggalnya korban pada Minggu (2/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

"Begitu menerima aduan, anggota Satreskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban," ujarnya.

Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, korban sempat menjalani perawatan selama satu hari di Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Kami masih menunggu hasil rekam medis dari Rumah Sakit Mardhatillah Randudongkal, di mana korban sempat dirawat selama satu hari sebelum dinyatakan meninggal dunia," kata Wildan.

Selain melakukan pemeriksaan saksi, Polres Pemalang juga berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah serta sejumlah instansi terkait guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Menurut Wildan, kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Pihaknya berkomitmen menangani perkara secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami berkomitmen untuk menangani kasus ini secara profesional. Jika ditemukan unsur pidana, maka akan kami proses sesuai prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu ayah korban, Saifudin, saat ditemui di rumah sakit mengatakan dirinya tidak mengetahui kronologi awalnya. Ia hanya dikabari anaknya masuk rumah sakit saat ia sedang bekerja di Jakarta.

Ia berharap kasus yang menimpa putranya dapat diusut hingga tuntas dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Harapannya ya biar bisa diproses secara hukum yang berlaku saja. Minimal setimpal dengan hukuman yang ada," ujar Saifudin.

Saifudin mengaku terpukul atas kepergian putranya. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum dan berharap keadilan dapat ditegakkan.

Saat ini polisi masih menunggu hasil autopsi dan rekam medis korban sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian AAF serta menelusuri dugaan perundungan yang menjadi perhatian publik.

Usai dilakukan otopsi, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga dan sore tadi langsung dimakamkan.



(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads