Viral Pemuda Pekalongan Ngaku Tebas Jari Begal hingga Putus, Ternyata...

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 03 Agu 2026 17:40 WIB
Momen BW (19) memberikan klarifikasi di Polres Pekalongan usai mengaku viral dibegal, yang belakangan terungkap hoaks, Senin (3/8/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Seorang pemuda di Pekalongan jadi viral di media sosial lantaran mengaku menjadi korban begal dan sempat menebas pelakunya. Setelah ditelusuri, ternyata pemuda itu berbohong demi konten.

Dalam video hitam putih yang diunggah salah satunya di Instagram @pekalonganpost, tampak pemuda itu berada di depan rumah dalam kondisi berlumuran cairan warna gelap. Kemudian, dia menaruh sesuatu benda yang sekilas mirip jari manusia.

Dalam video itu, pemuda ini mengatakan kalimat:

"Edan, edan. Jaman saiki wong ora dadi duso, celeng. (Gila, gila. Jaman sekarang orang tidak takut dosa). Helmku njebat kabeh, Ji.Nyong aman, tenang. Iki tak Wei oleh-oleh (helm ku rusak. Saya aman, tenang. Ini tak kasih oleh-oleh, sembari melempar benda seperti jari manusia). Iki gamanmu jukuk lim. (Ini senjatamu ambil). Ayo, Sekedar info wae, sing alon nak liwat Sarean, Ji. Wong papat PCX-an. Sing siji po men bontong telu pie ora weruh wong men, areng brok Rowo cacing ki wis diikuti (ayo, sekedar info saja. Yang hati-hati kalau lewat sarea . Ada empat orang naik motor PCX, satu bonceng tiga atau gimana ga liat jelas. Di jembatan rowocacing sudah diikuti," demikian unggahan itu sambil menunjukkan tangan dan kakinya yang berlumuran cairan.

Diperiksa Polisi

Usai viral di medsos, polisi mendatangi si pembuat video untuk meminta keterangannya langsung terkait dugaan pembegalan yang menimpanya. Namun, saat diselidiki Polres Pekalongan, dipastikan video itu tidak benar alias hoaks.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, saat ditemui di Polres Pekalongan, Senin (3/8/2026), mengatakan pihaknya langsung bergerak menindaklanjuti video yang viral pada Minggu (2/8). Polisi mendatangi lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa pemuda yang mengaku sebagai korban.

"Hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang kami lakukan menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Video itu dibuat untuk konten oleh seorang pemuda berinisial BW (19) dan seluruh cerita yang disampaikan merupakan rekayasa," kata Rachmad saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Menurut Rachmad, BW, warga Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, mengaku sengaja membuat cerita pembegalan agar dianggap berani dan hebat oleh teman-temannya. Dalam proses pemeriksaan, polisi juga mengamankan sejumlah barang yang digunakan untuk membuat konten tersebut, di antaranya sebilah samurai dan potongan wortel yang dijadikan seolah-olah jari pelaku yang terputus.

Sementara itu, BW saat ditemui di Polres Pekalongan, mengakui video itu hanya konten. BW mengatakan, video semula hanya diunggah di status WhatsApp (WA) miliknya, hanya sekitar 5 menit, kemudian dihapusnya. Tapi status itu sudah telanjur dilihat oleh beberapa orang, kemudian viral di sosial media.

"Nggak tau kemudian menyebar di medsos juga, terus viral. Menyesal saya, khilaf," ungkapnya.

Menurutnya, video tersebut dibuat pada Sabtu malam (1/8). Kemudian Minggu pagi (2/8), viral di media sosial.




(apu/dil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB