Satu Siswa SMKN 6 Semarang Masih Dirawat di RS Imbas Keracunan MBG

Satu Siswa SMKN 6 Semarang Masih Dirawat di RS Imbas Keracunan MBG

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 01 Agu 2026 10:59 WIB
Siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan MBG, Jumat (31/7/2026).
Siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan MBG, Jumat (31/7/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Ratusan siswa dan 14 guru di SMKN 6 Semarang diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Terkini, seorang siswa masih dirawat inap di rumah sakit.

Kepala SMKN 6 Semarang, Berty Sagendra, menerangkan total ada 42 anak yang sempat dirawat di puskesmas maupun rumah sakit. Adapun satu orang masih dirawat di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro (RSWN) dari total dua siswa yang dirujuk.

"Yang dirawat di puskesmas dan RS ada 42 anak, Mas. Perkembangan terakhir yg di RSWN sudah pulang, Mas, tinggal 1 anak," kata Berty melalui pesan singkat kepada detikJateng, Sabtu (1/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berty menjelaskan, kondisi sebagian besar siswa yang diduga keracunan MBG mulai membaik. Untuk data terbaru jumlah korban masih terus dimutakhirkan.

ADVERTISEMENT

"Pada intinya hari ini sebagian besar murid kondisi kesehatannya mulai membaik, Mas. Untuk update jumlahnya masih terus kami hubungi orang tua satu-satu melalui wali kelas sambil menanyakan kabar kesehatan murid. Mudah-mudahan hari ini semua murid sudah dalam keadaan sehat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Halmahera, Turi Setyawati, menyebut seluruh siswa yang dirawat di tempatnya sudah menjalani rawat jalan kemarin. Dia menyebut ada enam siswa yang dilarikan ke Puskesmas Halmahera kemarin.

"Sudah membaik. Jadi hari ini sudah kosong, sudah tidak ada yang dirawat di Puskesmas Halmahera," kata Turi saat dihubungi detikJateng hari ini.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mencatat ada ratusan siswa SMKN 6 Semarang yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, 14 guru juga diduga mengalami keracunan.

"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7) malam.

Hakam menyebut, sebanyak 689 orang mendapat penanganan di sekolah. Adapun sembilan orang lainnya dirujuk ke Puskesmas Halmahera hingga RSUD KRMT Wongsonegoro.

"Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut," sebutnya.

"Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," lanjutnya.

Selain itu, Hakam menerangkan, pihaknya mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) guan menyelidiki epidemiologi. Hal tersebut dilakukan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan.

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan," ungkap Hakam.

Dinkes juga menjalin koordinasi dengan SMKN 6 Semarang, SPPG Kota Semarang Timur atau Karangturi, Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta lintas sektor terkait guna mempercepat proses penelusuran.

"Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," ungkapnya.

Terpisah, Kepala SMKN 6 Semarang, Berty Sagendra, membenarkan adanya tenaga kependidikan (tendik) di sekolahnya yang diduga keracunan MBG.

"Untuk jumlahnya belum update, Mas, tapi saya dapat laporan terdapat tendik yang terdampak juga," kata Berty melalui pesan singkat saat ditanya detikJateng soal apakah ada guru yang diduga keracunan MBG.



(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads