Menu Rendang Dituding Jadi Sebab 690 Siswa SMKN Semarang Keracunan MBG

Round-Up

Menu Rendang Dituding Jadi Sebab 690 Siswa SMKN Semarang Keracunan MBG

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 01 Agu 2026 05:00 WIB
Siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan MBG, Jumat (31/7/2026).
Siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan MBG, Jumat (31/7/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Ratusan siswa SMKN 6 Semarang mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (30/7). Sejumlah siswa bahkan harus dibawa ke rumah sakit.

Kepala Sekolah SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra menyebut sejauh ini terdata 690 siswa yang mengalami gejala keracunan. Data itu didapat dari Google Form yang diisi siswa.

"Untuk sementara yang sudah terkumpul, ini kan kami sebar Google Form. Untuk siswa yang data baru masuk itu sekitar 690-an," kata Berti saat dihubungi detikJateng, Jumat (31/7/2026) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

4 Siswa Masuk RS

Sejumlah siswa mulai mengalami gejala pada Kamis (30/7) malam. Hingga Jumat siang, masih ada siswa bergejala sehingga pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendatangkan ambulans.

"Indikasi keracunan itu atau mual-mual pusing itu sebenarnya sudah diatasi di sekolah sama Puskesmas Halmahera. Cuman ada beberapa orang tua yang mungkin khawatir. Jadi tadi rujuk ke rumah sakit ke RST dan RSWN," tuturnya.

ADVERTISEMENT

"Yang rumah sakit sekitar empat orang. (Yang di puskesmas?) Datanya belum update, masih menghimpun data," lanjutnya.

Cerita Siswa

Siswa bernama Helena menceritakan dirinya mulai merasa gejala pada Kamis (30/7) malam.

"MBG-nya kemarin. Pada diare malamnya," kata Helena saat ditemui detikJateng di lokasi siang ini.

Kecurigaan muncul karena para siswa mengalami gejala yang sama. Sekolah juga disebut langsung melakukan penanganan saat pagi hari.

"Terus paginya kayak, (para siswa) 'eh semalam km gini nggak? Kamu semalam mencret nggak? Kamu semalam diare nggak? Iya, iya, iya.' Terus ternyata satu kelas, tanya kelas yang lain juga," lanjutnya.

"Terus tadi jam setengah 11 disuruh infokan. Yang merasa sakit disuruh ke UKS. Ada ambulans, tim medisnya datang," ucapnya.

Sekolah Dipulangkan Lebih Awal

Sekolah juga memulangkan siswa lebih awal akibat peristiwa ini.

"Terus jam 11 diumumin untuk pulang gasik (lebih cepat) karena ada yang sampai diinfus, yang kejang, yang mual," sebutnya.

Menu Ayam Rendang

Adapun menu MBG kemarin, sebut Helena, berupa ayam rendang. Dia menilai ayam yang disajikan belum matang sempurna.

"Ayam rendang, tapi di dalam dagingnya kayak yang nggak matang, masih ada merah darahnya. Terus teman kita nemuin ada ulat di daun singkongnya," bebernya.

Siswa kelas 11 Busana SMKN 6 Semarang, Aura, mengatakan rata-rata teman kelasnya mengeluh mulas lantaran diduga menyantap menu MBG kemarin. Dia pun juga merasakan kondisi yang sama.

"Sekelas rata-rata banyak, tapi nggak sampai parah, mules doang, nggak sampai muntah. Aku juga mules, di rumah sempat mules semalam. 33 siswa sekelas. Iya (mulas setelah makan MBG)," ungkap Aura ditemui detikJateng di lokasi.

Dia mengatakan menu MBG kemarin berupa ayam rendang yang diduga kurang matang .

"Kemarin menunya ayam rendang sama sayur daun singkong. Menurut aku sayurnya rada-rada, masih berdarah gitu. Jam 9 kemarin makan MBG. Aku malam terus paginya juga mulas, terus mual," sebutnya.

SPPG Disetop Sementara

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam mengatakan saat ini SPPG sudah disetop sementara. SPPG disetop selama masa penyelidikan.

"Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7) malam.

Saat ini petugas juga sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa.

"Tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam,

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan," ungkap Hakam.

Sampel MBG Diuji Lab

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang pun melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut.

"Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikJateng, Jumat (31/7/2026) malam.

Selain itu, Hakam menerangkan, pihaknya mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) guna menyelidiki epidemiologi. Hal tersebut dilakukan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan.

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan," ungkap Hakam.

Dinkes juga menjalin koordinasi dengan SMKN 6 Semarang, SPPG Kota Semarang Timur atau Karangturi, Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta lintas sektor terkait guna mempercepat proses penelusuran.

"Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," ungkapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 107 Warga Tanjungsari Bogor Diduga Keracunan Mie Ayam MBG "
[Gambas:Video 20detik] (afn/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads