Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang menerbitkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Peringatan resmi ini berlaku pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Berdasarkan surat edaran bernomor B/ME.01.02/215/KTJM/VII/2026 yang ditandatangani oleh Prakirawan Lessy Andari, fenomena banjir pesisir ini disebabkan oleh adanya aktivitas pasang air laut yang mempengaruhi dinamika pesisir di Wilayah Pantai Utara Jawa Tengah.
"Akibat adanya aktivitas pasang air laut dapat memenuhi dinamika pesisir di wilayah pantai utara Jawa Tengah berupa banjir pesisir," kata prakirawan Lessy Andari dalam edaran peringatan dini banjir pesisir itu, Jumat (31/7/2026).
BMKG mengimbau masyarakat pesisir pantai untuk waspada terhadap potensi peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang diprediksi terjadi pada hari Sabtu 1 Agustus 2026.
Dalam peringatan itu juga disebutkan prakiraan waktu rawan banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah. Yaitu mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB.
Merujuk data yang bersumber dari informasi pasang surut Pushidrosal itu, potensi banjir rob ini dapat berdampak pada beberapa sektor penting di kawasan pesisir.
"Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan," jelas Lessy.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," tutupnya.
Simak Video "Video: Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, 2 Ribu Hektare Tambak Terdampak"
(alg/afn)