Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang kembali mengeluarkan Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) yang berlaku pada Kamis, 2 Juli 2026.
Peringatan dini tersebut diterbitkan dengan nomor B/ME.01.02/165/KTJM/VI/2026. Informasi ini disusun berdasarkan data pasang surut Pushidrosal dan dipublikasikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang.
BMKG menyebut banjir rob berpotensi terjadi akibat aktivitas pasang air laut maksimum yang memengaruhi dinamika perairan di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat adanya aktifitas pasang, air laut dapat memenuhi dinamika pesisir di wilayah pantai utara Jawa Tengah berupa banjir pesisir," kata prakirawan, Herbuana Yoga W dalam informasi peringatan dini rob itu, Rabu (1/7/2026) malam.
Fenomena tersebut diprakirakan terjadi pada Kamis (2/7/2026) besok mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB. Lokasi yang berpotensi terdampak adalah pesisir utara Jawa Tengah.
Menurut BMKG, banjir rob dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, terutama transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Selain itu, aktivitas petani garam, perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan juga berpotensi terdampak akibat naiknya permukaan air laut.
"Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan," jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir pesisir, serta terus memantau informasi cuaca maritim terbaru yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi.
(alg/alg)
