Viral Munas BEM SI di Polines Semarang Ricuh

Viral Munas BEM SI di Polines Semarang Ricuh

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Kamis, 30 Jul 2026 18:19 WIB
Lokasi digelarnya Munas ke-XIX BEM SI di Polines, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026).
Lokasi digelarnya Munas ke-XIX BEM SI di Polines, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Beredar narasi di media sosial yang menyebutkan adanya kericuhan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-XIX Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Peserta mengklarifikasi bahwa kejadian itu bukan kericuhan.

Kabar tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @infokejadiansemarang_atas. Disebutkan, kericuhan itu bermula saat proses pemilihan presidium pada Rabu (29/7) malam.

Dikatakan pula situasi memanas dan peserta saling dorong hingga terjadi dugaan pemukulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Musyawarah Nasional (Munas) XIX Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang digelar di Auditorium Politeknik Negeri Semarang (Polines) diwarnai kericuhan pada Rabu (29/7) malam. Kericuhan terjadi saat muncul perbedaan pandangan dalam proses pemilihan presidium. Situasi memanas hingga terjadi aksi saling dorong, adu teriak, serta dugaan pemukulan terhadap salah seorang peserta munas. Akibat insiden tersebut, proses penetapan presidium ditunda hingga Kamis (30/7). Munas XIX BEM SI sendiri diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari 96 perguruan tinggi di berbagai daerah," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Kamis (30/7/2026).

ADVERTISEMENT

Salah satu peserta Munas BEM SI, Raihan Fauzi, mengatakan sebenarnya forum tersebut tidak rusuh. Dia mengatakan, kejadian tersebut hanya 'bumbu' dalam dinamika diskusi.

"Kita kan sedang melaksanakan musyawarah aja. Memang suatu hal yang wajar, toh, ketika terjadi perbedaan pendapat. Kita juga tidak bisa menyamakan apa yang kita pikirkan dan apa yang orang lain pikirkan," kata Raihan saat ditemui detikJateng di Polines, petang ini.

"Terkait kerusuhan sebetulnya nggak rusuh. Itu mah bumbu-bumbu aja di dalam. Kita berdialog di dalam, melakukan adu gagasan," sambungnya.

Raihan menjelaskan, tensi forum saat itu sedikit memanas. Terjadilah aksi saling dorong.

"Tensinya saja mungkin agak sedikit tinggi. Dorong-dorongan ada, kita kan harus mendorong orang yang lagi emosi. Kita tenangkan ke belakang. (Saat pemilihan presidium?) Iya," sebutnya.

Usai tensi memanas, Raihan menerangkan, para peserta bernyanyi bersama.

"Setelah itu pun kita guyub kembali, kita nyanyi Mars Mahasiswa bersama," terangnya.

"Teman-teman yang ada perbedaan pandangan pun kita ngopi bareng. Jadi nggak ada lah terkait kerusuhan yang dibicarakan kawan-kawan di luar," lanjut Koordinator Wilayah BEM SI se-Jabodetabek itu.

Sementara peserta lainnya dari Medan, Bennico Dwi Artha Miran, mengatakan para peserta bernyanyi usai tensi memanas.

"Kami kan nyanyi-nyanyi habis itu. Kalau aku pribadi bukan hanya Munas di BEM SI aja yang seperti itu. Munas yang lain bakal terjadi hal seperti itu karena kan menyatukan pemikiran yang berbeda," kata Beni saat ditemui detikJateng di Polines petang ini.

Wakil Ketua BEM STAI Panca Budi Medan itu mengatakan, kejadian tersebut merupakan hal biasa bagi mahasiswa.

"Itu kan hanya intrik-intrik biasa. Biasa lah namanya mahasiswa, jiwa-jiwa muda. Habis itu kami nyanyi-nyanyi, itu aja sih," pungkasnya.



(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads