Momen haru saat pedagang menemukan gepokan uang miliknya selamat dari kebakaran Pasar Bayat, Klaten viral di media sosial. Pedagang itu tak sanggup berkata-kata dan menangis sambil memegangi sisa uangnya yang selamat.
Peristiwa ajaib itu pun viral setelah diunggah di akun Facebook KABAR BAYAT KLATEN. Tampak dalam video seorang pedagang wanita berjalan di antara pusing lapak.
Dia menunjukkan segepok uang kertas warna merah diikat dengan karet sambil menangis dan mengatakan uangnya masih utuh. Ibu itu tampak terus menangis terharu dan beberapa kali mengucapkan kalimat hamdallah, alhamdulilah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian mengatakan uang itu bernilai lebih dari Rp 10 juta. Orang yang merekam pun ikut bersyukur dan turut mengucap alhamdulillah.
''Alhamdulillah mbokde tasih rejekine panjenengan...," tulisan unggahan tersebut sebagaimana dikutip detikJateng, Kamis (30/7/2026) siang.
Penemuan uang tersebut dibenarkan Plt Lurah Pasar Bayat, Aris Muwardi. Penemuan uang simpanan pedagang tersebut terjadi kemarin.
"Itu kemarin Rabu (29/7) kejadiannya. Alhamdulillah masih utuh uangnya," ungkap Aris saat dihubungi detikJateng.
Menurut Aris, jumlah uang yang ditemukan selamat tersebut menurut informasi sekitar Rp 15 juta. Uang tersebut selamat karena disimpan di bawah barang dagangan.
"Disimpan mungkin di bawah tumpukan dagangan. Saat dagangannya terbakar di bagian bawah belum tersentuh api," jelas Aris.
Saat ini, sebut Aris, kondisi pasar masih seperti semula dan belum dibersihkan. Rencananya pedagang akan gorong royong melakukan pembersihan Sabtu (1/8) lusa.
"Sabtu besok rencananya gotong royong pembersihan. Nanti mulai pagi," sambung Aris.
Aris menerangkan, sudah ada hasil penyelidikan Polresta terkait penyebab kebakaran. Penyebab kebakaran karena korsleting listrik.
"Sudah, penyebabnya karena korsleting. Saat kejadian kondisi pasar sudah kosong, sudah terkunci," imbuhnya.
Kasat Reskrim Polresta Klaten AKP Taufik Frida Mustofa membenarkan kebakaran itu diduga disebabkan korsleting listrik. Hal itu berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis Polresta Klaten.
"Karena korsleting listrik. Sebab di lokasi titik api tidak ada sampah," kata Taufik kepada detikJateng melalui pesan singkat.
Taufik menyebut api berasal dari percikan korsleting listrik di lokasi. Kebetulan di bawahnya terdapat lapak dengan kardus dan plastik.
"Percikan api di bawahnya banyak tumpukan dagangan dengan kardus dan plastik. Api menyebar dengan cepat," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran melahap Pasar Bayat di Jalan Raya Bayat-Cawas, Kecamatan Bayat, Klaten. Puluhan lapak di enam los hangus.
"Saya pas di rumah sekitar pukul 16.15 WIB. Dengar suara pletok-pletok lalu saya keluar rumah," ungkap Wahyu, warga di barat pasar kepada detikJateng, Senin (27/7) sore.
Saat dirinya keluar, kata Wahyu asap tebal membubung dari bagian tengah. Warga berupaya memadamkan api.
"Saya keluar, bersama warga berupaya memadamkan. Lalu mobil pemadam kebakaran datang," lanjut Wahyu.
"Yang terbakar los dan untuk kios aman," imbuhnya.
