Warga Jrahi Pati Iuran Perbaiki Jalan gegara Tak Kunjung Ditangani

Lapur Lur

Warga Jrahi Pati Iuran Perbaiki Jalan gegara Tak Kunjung Ditangani

Dian Utoro Aji - detikJateng
Rabu, 29 Jul 2026 16:31 WIB
Warga berbondong-bondong swadaya iuran untuk perbaiki jalan Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Rabu (29/7/2026).
Warga berbondong-bondong swadaya iuran untuk perbaiki jalan Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Rabu (29/7/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Warga Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati yang protes jalannya rusak dan memasang spanduk bertuliskan 'Pajak Telat Didenda, Jalan Rusak Dijarno'. Warga pun iuran untuk memperbaiki jalan yang telah rusak bertahun-tahun tersebut.

Puluhan warga berbondong-bondong turun ke jalan Jrahi-Gunungwungkal siang tadi. Warga guyup membawa berbagai peralatan untuk memperbaiki jalan. Ada yang membawa cangkul hingga sapu.

Warga bersama-sama memperbaiki jalan rusak sepanjang 1 kilometer di Jrahi-Gunungwungkal tepatnya Dukuh Jaten Desa Jrahi. Jalan itu kondisinya rusak berlubang. Kerusakan ini berlangsung sudah beberapa tahun belakangan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu warga, Anas Rubianto, mengaku warga hanya bisa berupaya gotong royong swadaya untuk memperbaiki jalan kewenangan Dinas Pekerjaan Ruang dan Tata Ruang Kabupaten Pati itu. Warga merasa prihatin karena jalan menuju ke kecamatan dan Kota Pati semakin parah rusaknya.

"Ini upaya masyarakat Dukuh Jaten Desa Jrahi dalam kondisi menang jalannya semakin rusak ya," kata Anas ditemui wartawan di lokasi, Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

Warga berbondong-bondong swadaya iuran untuk perbaiki jalan Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Rabu (29/7/2026).Spanduk yang dipasang warga berisi protes soal perbaikan jalan Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Pati yang tak kunjung dilakukan Pemkab Pati. Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Menurutnya warga turun langsung dan melakukan perbaikan swadaya karena merupakan akses vital kegiatan ekonomi dan kesehatan. Warga sehari-hari melintas jalan tersebut. Di sisi lain, jalan itu bertahun-tahun rusak tidak ada perbaikan dari Pemkab Pati.

"Upaya yang kita kerjakan karena jalan ini kewenangan PU, ya bisanya ditambal pakai cor," terang dia.

Dia menyebut sudah dua kali warga swadaya memperbaiki jalan ini. Warga gotong-royong iuran semampunya untuk membangun jalan ini. Mereka mendapatkan uang hasil iuran sebanyak Rp 16 juta.

"Sepanjang 1 kilo meter yang rusak kita tambal. Ini semua dari swadaya masyarakat, dana yang terkumpul masyarakat sendiri. Dana kemarin beberapa kampung di sini yang sadar dengan kondisi jalan. Dana terkumpul Rp 16 jutaan," terang dia.

Anas mengaku kegiatan ini sebagai bentuk kesadaran warga peduli terhadap kondisi jalan. Sebab, menurutnya belum ada kejelasan jika menunggu pemerintah turun langsung.

"Semoga upaya baik menghasilkan, kesadaran masyarakat meningkat, karena kita terlalu mengandalkan pemerintah alot respons terhadap kondisi jalan, semoga masyarakat sadar," terang dia.

Warga lain, Hanafi berharap Pemda peduli terhadap akses jalan warga di Lereng Pegunungan Muria ini. Lewat aksi ini, Hanafi berdoa agar pemerintah terketuk hatinya.

"Semoga segera diperbaiki, lewat aksi ini agar pemkab terketuk hatinya," kata Hanafi ditemui di lokasi.

Terpisah saat dihubungi, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo mengaku untuk jalan Jrahi ke arah Giling baru diusulkan pada perubahan anggaran. Warga diminta untuk bersabar.

"Untuk proyek jalan Giling-Jrahi baru diusulkan pada perubahan anggaran," kata Hasto singkat saat dihubungi.



(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads