Jorok! Pantai Lestari Pati Penuh Sampah-Limbah

Jorok! Pantai Lestari Pati Penuh Sampah-Limbah

Dian Utoro Aji - detikJateng
Jumat, 24 Jul 2026 17:28 WIB
Pantai Lestari di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, penuh   sampah, Jumat (24/7/2026).
Pantai Lestari di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, penuh sampah, Jumat (24/7/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Objek wisata Pantai Lestari di pesisir Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, kondisinya memprihatinkan karena penuh sampah rumah tangga hingga limbah sisa industri pabrik.

Pantauan detikJateng di lokasi hari ini, bermacam sampah plastik hingga sampah rumah tangga menumpuk di pantai yang sempat menjadi primadona warga sekitar.

Tidak hanya sampah plastik, tapi juga sampah limbah sisa produksi pabrik taipoka yang beroperasi di sekitar Desa Bulumanis Kidul. Bahkan pasir di tepi pantai tertutup limbah kulit air dari sisa pabrik tapioka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Ngemplak, Juriyanto, mengaku kecewa setelah datang ke Pantai Lestari sore ini. Menurutnya pantai ini memiliki potensi wisata, namun banyak sampah dan tertutup limbah.

"Ini sebenarnya potensi, tapi kondisinya mengkhawatirkan. Pantai yang seharusnya dijaga dengan baik tapi ternyata banyak limbah menumpuk," kata Juriyanto ditemui di lokasi, Jumat (24/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya pantai ini layak menjadi tempat wisata andalan di Pati. Terlebih akses menuju pantai terbilang bagus.

"Ini harus diperhatikan semua pihak, karena pantai ini bisa mendatangkan orang banyak ke sini untuk liburan berwisata. Aksesnya bagus, cuman ke sini justru banyak limbah," terang dia.

"Kondisi sampah seperti ini, masyarakat kok seperti itu. Padahal kondisinya enak di sini, bagus kalau jadi tempat wisata," Juriyanto melanjutkan.

Kades Bulumanis Kidul, Susanto mengatakan pantai ini menjadi salah satu ikon wisata di desanya. Desanya memiliki garis pantai sepanjang 1 kilometer. Pemerintah telah berupaya melakukan penanaman dan perawatan wisata Pantai Lestari.

"Ini terjadi saat ini dan berlangsung bertahun-tahun. Kami sebenarnya telah berusaha mempercantik pantai ini karena ini adalah warisan nenek moyang. Kami punya garis pantai hampir 1 kilometer, kami sudah banyak menanami banyak tumbuhan," terang dia.

Menurut Susanto, sampah itu berasal dari rumah tangga dan industri. Sampah itu terbawa aliran sungai dan mengendap di tepi pantai.

"Akan tetapi memang begini sampah luar biasa. Kami dapat kiriman sampah ini dari wilayah atas, karena kami diapit dua sungai, Suatu dan Pangkalan. Setiap hari dimasuki sampah, sehingga masuk ke pantai pantai kami," ujarnya.

"Ini sampah plastik dan sampah spadekan. Ini adalah kulit ari dari industri tapioka, karena sekarang industri tapioka tidak dikuliti langsung digiling, sehingga sampah masuk ke pantai bersama air. Sehingga menutup pantai kami," Susanto melanjutkan.

Susanto berharap bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk membantu membangun potensi wisata pantai ini. Sebab wisata ini bisa menjadi sumber mata pencarian warganya.

"Kami menyampaikan kepada dinas terkait tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut dari keadaan ini. Semoga ada bantuan dari pemerintah daerah dan bahkan nasional memajukan potensi wisata Pantai Lestari ini," ujarnya.



(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads