Potongan video warga yang membubarkan balap liar di Purwokerto viral di media sosial. Dalam potongan video itu nampak beberapa warga membubarkan aksi balap liar dengan menggunakan tongkat kayu.
Video itu viral usai diunggah akun Instagram @jogja_admin. Video berdurasi 30 detik itu sudah ditonton lebih dari 243 ribu warganet.
"Viral!! Sebuah aksi berani dilakukan oleh seorang warga di kawasan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang berani melawan dan membubarkan yang diduga kelompok balap liar yang menguasai ruas Jalan Jenderal Sudirman," tulis keterangan dalam unggahan tersebut seperti dikutip detikJateng, Senin (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikJateng, jalan yang dilalui dalam unggahan video itu memang lurus dan halus. Jalan itu masuk dalam kawasan Jalan Jenderal Soedirman timur.
Salah satu warga setempat, Bodong (40), membenarkan adanya aksi tersebut. Menurut dia, warga yang membubarkan aksi balap liar merupakan warga sekitar lokasi.
"Kejadian itu hampir setiap malam di atas jam 12 malam, itu memang warga sini. Saya pernah ikut bubarin tapi sudah ada sebulan lalu. Adik saya lah hampir setiap malam mbubarin," katanya.
Meski begitu ia memastikan video yang viral di media sosial itu bukanlah kejadian semalam. Bodong memperkirakan itu kejadian pada minggu lalu.
"Tapi kalau yang di video itu bukan kejadian semalam. Kayanya itu kejadian minggu lalu," terangnya.
Saat melakukan aksi ini, ia memperkirakan terdapat ratusan orang. Dari jumlah tersebut rata-rata berusia remaja yang menggunakan sepeda motor berknalpot brong.
"Itu banyak-banyaknya anak-anak sekolah sekitar SMP. Sekali ngumpul itu ya ada sekitar 200-an orang. Itu start dari sini sampai finish di Cherry, jaraknya sekitar 500 meter. Warga sini banyak yang geram karena berisik, ganggu jam istirahat," ujarnya.
Bodong mengatakan sebenarnya ada polisi yang berpatroli. Hanya saja rombongan ini kucing-kucingan dengan petugas kepolisian.
"Polisi ada sebenarnya tapi kan ga setiap hari. Itu juga kucing-kucingan. Yang jelas itu anak-anak gabungan, bukan orang sekitar sini. Kalau nggak dibubarin itu ya sampai jam 3 pagi," pungkasnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami, mengaku pada akhir pekan lalu petugas kepolisian rutin melakukan patroli. Hanya saja tidak ada laporan tersebut.
"Malam minggu Pak Wakasat dan saya yang pimpin langsung patroli di situ sampai jam 3 pagi. Aman nggak ada warga dan situasi kondusif. Malam Sabtu juga patroli sampe jam 3 pagi nggak ada," ujarnya singkat.
