Aksi pencurian menyasar sekolah dasar (SD) kembali terjadi di Kabupaten Sragen. Kali ini, maling menyatroni SD Mojorejo 1 di Kecamatan Karangmalang dan menggasak sebuah proyektor dari ruang guru. Aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV sekolah.
Kapolsek Karangmalang AKP Joni Kurniawan membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV yang dibagikan via Facebook dengan nama pengguna Umi Robhikhah, pelaku melancarkan aksinya pada Jumat (17/7/2026) sore pukul 16.16 WIB.
"Laporannya itu (diterima) pagi hari, tapi kalau di CCTV itu kejadiannya sore ya, sekitar pukul 16.16 WIB," kata Joni dihubungi detikJateng, Senin (20/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joni menjelaskan, barang yang hilang dalam kejadian tersebut satu unit proyektor yang biasa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Ia mengatakan pelaku masuk ke dalam ruang guru saat kondisi sekolah sudah sepi karena jam pelajaran telah usai.
"Yang hilang proyektor, yang buat paparan itu. Sementara hanya itu (yang hilang). Kejadiannya di ruang guru," jelasnya.
Polisi mengaku masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memburu pelaku. Tim di lapangan sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan jalur yang diduga dilalui pelaku.
"Ini tim masih di lapangan, mencari CCTV kemungkinan yang ada di seputaran lokasi atau mungkin jalan yang dilintasi oleh pelaku. Masih analisa," tutur Joni.
Joni mengatakan sejumlah saksi dari pihak sekolah juga telah dimintai keterangan. Namun, berdasarkan keterangan para guru, tidak ada yang mengenali ciri-ciri pelaku yang terekam kamera pengawas tersebut. Joni memastikan saat kejadian, kondisi ruangan dalam keadaan terkunci.
"Kondisi saat itu sudah pulang semua, (ruangan) terkunci. Guru-guru tidak ada yang mengenali ciri-ciri pelaku, bukan orang dalam," imbuhnya.
Menyikapi maraknya kasus pencurian di sekolah, termasuk kasus kehilangan Chromebook di lokasi lain beberapa waktu lalu, Joni mengimbau pengelola sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Sebenarnya pengamanan sudah dilaksanakan, tapi ini musibah yang harus kita maklumi dan tindak lanjuti agar bisa terungkap. Mohon doanya supaya segera terungkap," terangnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Sukisno mangku perihatin dengan kejadian tersebut. Ia menyebut proyektor LCD yang baru saja dibeli pihak sekolah raib digondol maling.
"Kami merasa prihatin dengan adanya kejadian pencurian di Mojorejo dan yang lebih memprihatinkan, pencuriannya ternyata dilakukan di siang atau sore hari," ucap Sukisno.
Sukisno mengatakan pencurian tersebut baru disadari pada Jumat (17/7) malam oleh penjaga sekolah. Saat itu, penjaga yang berniat menyiram tanaman curiga dan mendapati proyektor di ruangan sudah hilang.
"Hilangnya Jumat sore, tapi ketahuannya Jumat malam saat penjaga mau nyiram-nyiram bunga, baru tahu kalau barang itu hilang," jelasnya.
Menurutnya, barang yang hilang merupakan satu unit proyektor LCD yang masih dalam kondisi baru dengan taksiran harga Rp 6 juta. Meski baru dibeli, alat tersebut
sudah sempat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran siswa.
"Harganya sekitar Rp 6 juta. Itu untuk pembelajaran, dan sebenarnya sudah pernah digunakan," ujarnya.
Padahal, pihak sekolah sebenarnya sudah memasang kamera pengawas (CCTV) di area tersebut.
"Sebenarnya sudah sering setiap momen liburan kami beri imbauan untuk hati-hati, termasuk melengkapi CCTV. Di Mojorejo 1 faktanya sudah ada CCTV, tapi kembali lagi ke kehati-hatian dalam mengunci pintu. Secara antisipasi, sebagian besar sekolah sebenarnya sudah menyiapkan pengamanan," pungkasnya.
