Tawuran maut pelajar di Jalan Raya Semarang-Purwodadi, Kuripan, Karangawen, Demak, menewaskan satu orang dan dua orang lain terluka. Polisi menyebut ada 22 orang yang diamankan, termasuk yang berstatus pelajar drop out (DO).
"Lebih dari dua sekolah (yang terlibat tawuran)," kata Kapolsek Karangawen, AKP Mujiyono, saat dihubungi detikJateng, Senin (20/7/2026).
Mujiyono menyebut orang-orang yang terlibat dalam tawuran tersebut berasal dari sekolah yang berada di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Sekolahnya dari) Semarang Kota dan Demak," ungkap Mujiyono.
Mujiyono menyebut ada 22 orang yang diamankan oleh polisi. Selain pelajar, ada juga siswa drop out (DO) yang diduga terlibat dalam tawuran itu.
"Sampai saat ini yang intinya kalau dari awal itu sekitar 22. tapi setelah dilakukan pemeriksaan dari hasil peran keterlibatan mengerucut sekitar 10-an," ungkap Mujiyono.
"Rata-rata kebanyakan itu (anak sekolah), Ya ada yang drop-out tapi ya nggak (banyak), hanya satu dua lah. Rata-rata anak sekolah," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, tawuran maut di Jalan Raya Semarang-Purwodadi, Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak terekam CCTV. Kejadian ini membuat satu orang tewas dan dua orang lain terluka.
Kapolsek Karangawen, AKP Mujiyono mengatakan peristiwa ini terjadi pada Jumat (17/6) pukul 15.30 WIB. Tawuran tersebut diduga melibatkan kelompok pelajar dengan menggunakan senjata tajam.
"Sekelompok pemuda diduga pelajar dengan kelompok pemuda lain terlibat aksi saling kejar dan tawuran. Diduga mereka menggunakan senjata tajam," kata Mujiyono saat dihubungi detikJateng, Sabtu (18/7).
Mujiyono menyebut satu orang mengalami luka bacok dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Nahas, nyawanya tidak tertolong.
"Korban meninggal dunia pelajar di bawah umur, mengalami luka bacok di pinggang belakang. Sempat dirawat di RS Sultan Fatah namun dinyatakan meninggal dunia pukul 18.30 WIB kemarin," ungkap Mujiyono.
Mujiyono juga menyampaikan ada dua orang lain yang juga ditemukan di lokasi berbeda dengan sejumlah luka. Mereka sempat dirawat dan sudah diperbolehkan pulang.
"Dua orang lain yang diduga terkait peristiwa tersebut ditemukan di lokasi lain. Satu orang mengalami luka robek pada punggung dan satu orang luka robek pada pinggang," jelas Mujiyono.
