Sebanyak 5 dari 15 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Semarang harus dikandangkan buntut efisiensi anggaran yang terjadi. Damkar mengungkap dampak yang terjadi akibat kurangnya armada.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, berkat dampak paling krusial adalah mereka bakal kesulitan bila terjadi kebakaran besar.
"Kita armada kan ada 15 unit. Nah, kemarin ada efisiensi anggaran. Kita yang mendapatkan penganggaran hanya 10 unit. Yang 5 unit itu kita kena efisiensi," jelas Tantri ditemui di Mako Damkar, Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalkan terjadi kejadian kebakaran yang membutuhkan armada banyak itu nanti kita yang kesulitan," lanjut dia.
Salah satu contoh yang Tantri sebut adalah kebakaran yang melanda pabrik kayu di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, pada Minggu 7 Juni 2026 lalu. Saat itu, Damkar Semarang hanya bisa mengerahkan delapan unit pemadam.
Sementara dua unit tersisa harus disiagakan jika terjadi kebakaran di tempat lain.
"(Pernah kesulitan saat pemadaman imbas lima armada tidak mendapat anggaran?) Kemarin di Kawasan Industri Candi, yang pabrik kayu itu kita mengarahkan mobil sampai delapan unit ke sana. Kita cadangan dua untuk meng-cover misalkan kalau terjadi kebakaran yang di tempat yang lain," bebernya.
Ia juga menyinggung kebakaran yang menghanguskan ratusan kios pada Rabu, 29 April 2026. Saat itu, Damkar Semarang mendapat bantuan dari damkar wilayah lain.
"Misalkan kayak kemarin yang kejadian di Pasar Kanjengan itu kan memang itu ada support dari Kabupaten Demak sama Kabupaten Semarang. Itu sekitar delapan unit (armada milik Damkar Kota Semarang yang dikerahkan), dua unit harus standby," bebernya.
Belum lagi bila di antara 10 unit yang menjadi andalan, salah satunya mengalami kerusakan. Ia mengungkapkan sempat mendapat laporan ada yang rusak.
"Ada satu yang rusak, pompanya trouble tadi. Saya mendapat laporan jam 16.48 WIB," ungkapnya.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng |
Per Unit Biaya Perawatan Tembus Rp 60 Juta
Tantri menjelaskan, anggaran pemeliharaan satu unit mobil damkar menembus Rp 60 juta. Anggaran itu juga meliputi uji kendaraan bermotor atau KIR.
"Satu unitnya itu sekitar Rp 60-an juta untuk pemeliharaan. Jadi BBM, terus pemeliharaan perawatan, terus kalau ada perpanjangan STNK KIR kan masuk di anggaran Rp 60 juta itu," sebutnya.
Karena itu, dia berharap ada penambahan anggaran bagi damkar. Pasalnya, di tengah terjadinya El Nino Godzilla, Kota Semarang marak dilanda kasus kebakaran. Tantri merinci, sejak 1 Juli saja, sudah ada 48 kejadian.
"Jadi mulai bulan Juli ini sudah meningkat (kasus kebakaran di Kota Semarang). Sampai dengan sekarang ini sudah 48 kejadian. Ini masih tanggal 17 ya," sebutnya.
Ia berharap, tahun depan bisa mendapat tambahan anggaran bagi seluruh armada.
"Nanti di 2027 kita tetap kita anggarkan sesuai dengan 15 unit yang ada. Termasuk kita juga mengajukan anggaran untuk penambahan unit armada mobil," pungkasnya.

