Waspada Lur! Kebakaran Lahan di Semarang Makin Marak Imbas El Nino

Waspada Lur! Kebakaran Lahan di Semarang Makin Marak Imbas El Nino

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 15 Jul 2026 09:07 WIB
Personel Damkar Kota Semarang saat berjibaku memadamkan tiga rumah bedeng yang terbakar di Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur.
Ilustrasi kebakaran. Foto: Dok. Damkar Kota Semarang
Semarang -

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mencatat kebakaran lahan atau kebakaran ilalang dan sampah semakin marak di bulan Juni-Juli ini. Dari 47 kebakaran lahan tahun ini, 12 kasus terjadi di bulan Juni dan hingga pertengahan Juli sudah tercatat 26 kasus. Kasus meningkat salah satunya karena cuaca lebih terik imbas fenomena El Nino.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menyebut kebakaran rumput dan sampah pada 1 Januari- 14 Juli 2026 di Kota Atlas terjadi 47 kali dari jumlah total 176 kebakaran. Kejadian tersebut lebih banyak dibanding kebakaran rumah maupun bangunan campuran yang masing-masing di angka 21 dan 19.

"Kalau untuk kebakaran rumput ilalang dan sampah sampai dengan hari ini ada 47 kejadian. Kalau dilihat dari data sampai dengan Juli ini bangunan perumahan ada 21, untuk bangunan campuran ada 19," kata Tantri saat ditemui detikJateng di Mako Damkar Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (14/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantri menyebut ada tiga kecamatan yang sering terjadi kebakaran rumput dan sampah. Adapun salah satu faktornya adalah dugaan kesengajaan.

ADVERTISEMENT

"Yang paling tinggi ada di daerah Ngaliyan, kemudian Semarang Barat, sama di daerah Semarang Timur. Ini yang sering terjadi kebakaran ilalang," sebutnya.

"Kami ini sedang mencari untuk penyebab dari kebakaran ilalang itu sendiri. Makanya kalau sampai ini ada salah satu, misalkan, kita bisa menangkap salah satu orang yang membakar ilalang kita tangkap, maka kita akan proses ke Satpol PP," lanjutnya.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono.Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

Saat ditanya apakah El Nino juga menjadi faktor kuat terbakarnya rumput dan sampah di Kota Semarang, Tantri membenarkannya. Sebab, katanya, cuaca menjadi lebih panas.

"Iya, sangat berdampak sekali juga. Kondisi cuaca yang sangat panas sekali. Makanya kan sudah ada 47 kasus kebakaran ilalang di Kota Semarang," ungkapnya.

"Ini masih bulan Juli. Informasinya sampai dengan bulan September El Nino, ya," imbuhnya.

Dari data yang diterima detikJateng dari Damkar Kota Semarang, tercatat jumlah kasus kebakaran rumput dan sampah paling banyak terjadi pada Juni dan Juli. Totalnya ada 12 kasus pada Juni dan 26 kasus pada Juli tahun ini.

Sementara pada Januari hanya satu kasus, Februari nihil kasus, Maret lima kasus, April satu kasus, Mei tiga kasus.

Jika dibandingkan dengan Juni-Juli 2026 dengan periode yang sama pada 2025, jumlah kebakaran rumput dan sampah di Kota Semarang meningkat. Pada Juni 2025 jumlahnya hanya empat kasus dan 12 kasus pada Juli 2025. Total kasus kebakaran rumput dan sampah pada 2025 sebanyak 80 kasus dari 282 seluruh insiden.

Camat Disurati untuk Tingkatkan Waspada

Untuk menanggulangi insiden tersebut, Damkar Kota Semarang bersurat ke pihak kecamatan agar menyampaikan kepada pemangku wilayah di bawahnya. Dengan begitu pihak RW dan RT bisa mengimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan hingga membuang puntung sekenanya.

"Kami sudah mengirimkan surat-surat kepada camat untuk disampaikan kepada masyarakat seluruh Kota Semarang melalui Pak RT, Pak RW, dari masing-masing kelurahan. Disampaikan bahwa jangan membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan," terangnya.



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads