Ruang MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo 2 Kali Terbakar, Ditemukan Galon Pertalite

Ruang MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo 2 Kali Terbakar, Ditemukan Galon Pertalite

Saktyo Dimas R - detikJateng
Selasa, 14 Jul 2026 13:45 WIB
Pengurus Yayasan, Abdul Rohman tunjukan barang-barang yang terbakar
Pengurus Yayasan, Abdul Rohman tunjukan barang-barang yang terbakar. Foto: Dok. Polres Kendal
Kendal -

Warga Dusun Gempol Kuning Desa Jatipurwo kecamatan Rowosari, digegerkan dengan terbakarnya salah ruang aula sekolah MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo, Selasa (14/7) pagi sekitar pukul 02.30 WIB. Kebakaran diduga sengaja dilakukan oleh orang tidak dikenal.

Terbakarnya ruang aula ini pertama kali diketahui warga yang bekerja sebagai karyawan SPPG dan kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak yayasan dan Kepala Sekolah.Pengurus Yayasan Sekolah, Abdul Rohman, membenarkan peristiwa terbakarnya ruang aula di MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo.

"Yang terbakar itu ruang aula yang biasa kalau sore untuk kegiatan TPQ. Kejadiannya sekitar pukul 02.30 WIB yang diketahui oleh warga sekitar yang kebetulan kerja di SPPG lalu kemudian menghubungi kami," kata Abdul Rohman, Pengurus Yayasan Sekolah kepada detikJateng, Selasa (14/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul menjelaskan sejumlah peralatan TPQ seperti Al Qur'an, mukena, sajadah dan meja ada di dalam aula. Namun hanya mukena, sajadah dan beberapa meja ikut terbakar dalam insiden tersebut. Api yang membakar ruang aula bisa dengan cepat dipadamkan oleh warga sekitar sehingga tidak merambat ruangan lainnya.

ADVERTISEMENT

"Barang-barang yang di dalam aula itu ada Al-Qur'an, sajadah, rukuh atau mukena dan beberapa meja. Tapi yang terbakar hanya mukena, sajadah dan beberapa meja dan kursi," jelasnya.

"Untung apinya bisa dipadamkan oleh warga sekitar sehingga tidak sampai menjalar ke mana-mana," sambungnya.

Abdul menerangkan ada yang mencurigakan dari kebakaran tersebut karena teralis besi ventilasi ruangan dalam kondisi terbuka secara paksa. Padahal selama ini teralis besi
ventilasi ruangan kondisi terpasang rapat.

"Yang saya curiga dari kebakaran ini posisi teralis besi yang terpasang di ventilasi, kayak besinya dibenggang atau dibuka secara paksa. Karena selama ini terpasang rapat," terangnya.

Lebih lanjut, Abdul menambahkan selama ini pagar, ruang kelas, ruang guru, dan ruang kepala sekolah dalam kondisi dikunci gembok.

"Kalau pintu-pintu semuanya kondisi terkunci gembok termasuk pagar, ruang kelas, ruang guru dan kepala sekolah. Jadi memang seluruh pintu terkunci," tambahnya.

Abdul mengungkapkan sebelumnya pada Kamis (9/7) lalu, salah satu ruang kelas IX A yang berada di lantai atas juga pernah terbakar meski tidak separah saat ini. Saat itu, di depan pintu ruang kelas IXA ditemukan galon air mineral berisi Pertalite dan korek api.

"Kamis (9/7) lalu ruang kelas IXA yang ada di lantai atas juga permah terbakar meski tidak separah ruang aula. Kemarin itu ditemukan galon bekas air mineral yang isimya Pertalite
dan korek api," ungkapnya.

Abdul menduga kebakaran yang terjadi dua kali di MTs NU 27 Jatipurwo sengaja dibakar orang tak dikenal.

"Ya dugaan saya ini kejadian kebakaran yang pertama dan kedua ini berkaitan dan sengaja dibakar orang tak dikenal," duganya.

Sedangkan Kepala MTs NU 27 Unggulan Jatipurwo, Falis Ulil Hidayah, mengatakan kebakaran yang terjadi hari ini untuk kedua kalinya dialami MTs NU 27 Jatipurwo. Kejadian pertama pada hari Kamis (9/7) lalu dan hari Selasa (14/7) ini.

"Yang pertama itu yang terbakar ruang kelas IXA dan yang sekarang ruang aula," kata Falis saat ditemui detikjateng.

Falis menjelaskan pada kebakaran yang pertama di ruang kelas IXA ditemukan bekas galon air mineral yang berisi seperempat galon Pertalite dan korek api gas yang dibangku depan kelas. Falis menambahkan setelah kejadian kebakaran di ruang kelas IXA, dirinya meminta agar seluruh ruang kelas dikunci gembok.

"Ya habis kejadian kebakaran yang pertama, saya minta agar seluruh pintu ruang kelas dikunci pakai gembok," katanya.

"Kerugian yang sekolah alami sekitar Rp 75 juta," imbuhnya.

Falis berharap pihak kepolisian bisa mengungkap penyebab dua kejadian kebakaran di sekolahnya. Sementara itu, Kapolsek Rowosari, Iptu Akhmad Djoko Pudji Leksono, mengatakan anggota menerima laporan kebakaran di MTs NU 27 Jatipurwo dari masyarakat kemudian ditindaklanjuti mendatangi lokasi kejadian dan menghubungi tim Inafis Polres Kendal.

"Petugas lalu melakukan olah TKP dan meminta keterangan serta memeriksa sejumlah saksi," ucapnya.

Djoko membenarkan sebelumnya pernah terjadi kebakaran di ruang kelas IX A yang berada di lantai atas pada Kamis (9/7) lalu. Dari peristiwa tersebut, polisi mengamankan galon air mineral berisi Pertalite dan korek api gas.

"Kalau dari kebakaran yang pertama itu, yang diamankan galon air mineral berisi Pertalite dan korek api gas," ungkapnya.

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki dua peristiwa penyebab kebakaran yang terjadi di MTs NU 27 Jatipurwo. Petugas belum bisa menyimpulkan penyebab dua peristiwa kebakaran tersebut apakah penyebabnya korsleting atau ada faktor lain.

"Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran di dua peristiwa tersebut, apakah karena korsleting atau ada faktor lain. Kami akan terus selidiki," pungkasnya.



(apl/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads