Pria di Brebes Dihajar Orang Tua Mantan Pacar gegara Batalkan Pertunangan

Pria di Brebes Dihajar Orang Tua Mantan Pacar gegara Batalkan Pertunangan

Imam Suripto - detikJateng
Sabtu, 27 Jun 2026 17:20 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Brebes -

Seorang pemuda dihajar hingga babak belur saat melintas di Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, Brebes. Terungkap, pelaku adalah orang tua dari wanita bekas pacar korban.

Penganiayaan terjadi pada Kamis (25/6) malam lalu di Desa Cikeusal Kidul. Seorang lelaki dihajar beberapa orang hingga babak belur. Adegan pengeroyokan ini pun viral di media sosial.

Salah satu yang mengunggah video itu ialah akun Instagram @updatebrebes. Video berdurasi 45 detik ini menampilkan aksi pengeroyokan terhadap seorang laki laki oleh beberapa orang. Akun itu membuat narasi korban dikeroyok akibat membatalkan pertunangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban diketahui bernama Tendi yang dikeroyok oleh Cartam bersama beberapa pelaku lain. Tendi dan Cartam merupakan warga Desa Ciseureuh, Ketanggungan. Cartam tak lain adalah ayah dari wanita yang pernah menjadi pacarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban bersama seorang rekannya hendak pulang dari wilayah kota Kecamatan Ketanggungan. Saat pulang menuju Ciseureuh, dihadang oleh pelaku di Desa Cukeusal Kidul.

ADVERTISEMENT

Tendi pun langsung menjadi sasaran pemukulan yang dilakukan secara bersama-sama oleh para pelaku. Akibat kejadian tersebut, korban lantas mengalami luka memar pada bagian wajah dan kepala.

Usai kejadian, korban kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Kapolsek Ketanggungan, Iptu Rofik Hidayat, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan tersebut.

Dari laporan itu, langsung melakukan penyelidikan. Beberapa orang sudah dimintai keterangan terkait kejadian ini.

"Memang ada pengeroyokan. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa pelaku utama yang telah diketahui identitasnya adalah Cartam. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam proses pencarian identitas oleh petugas," ujarnya Jumat (26/6).

Dikatakan, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan cinta antara korban dan keluarga pelaku. Tendi dihajar karena membatalkan pertunangan dengan anak Cartam.

"Korban diketahui telah memutus hubungan pertunangan dengan anak kandung Cartam. Keputusan tersebut diduga memicu rasa marah dan tersinggung dari pihak pelaku," ungkapnya.

Pengakuan Tendi kepada petugas, pembatalan dipicu pertengkaran diantara kedua sejoli selama pacaran. Merasa tidak ada kecocokan, Tendi pun akhirnya memutuskan untuk membatalkan pertunangannya. Meski pertunangan batal, Tendi tidak meminta cincin yang sudah diberikan.

"Pengakuan korban, cewek minta putus saat terjadi pertengkaran. Kemudian korban akhirnya mau membatalkan pertunangan. Masalah pembatalan ini pun sudah diselesaikan keluarga dan korban tidak minta kembali cincin pertunangannya," bebernya.

Pihak kepolisian masih terus melakukan proses hukum. Termasuk mencari pelaku lain yang ikut dalam pengeroyokan tersebut.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads