Cerita Warga soal Batu Lingga Kuno di Gang Buntu Gumulan Klaten

Cerita Warga soal Batu Lingga Kuno di Gang Buntu Gumulan Klaten

Achmad Husein Syauqi - detikJateng
Minggu, 14 Jun 2026 13:37 WIB
Batu lingga di gang Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Klaten.
Batu lingga di gang Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Klaten. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Sebuah lingga prasasti ditemukan di gang buntu Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Batu prasasti tersebut ternyata sudah lama di lokasi dan tidak diketahui asalnya.

"Kata orang tua-tua, sebelum ada masjid sudah ada batu itu. Sudah lama di situ," kata warga sekitar, Ratno (52) kepada detikJateng, Minggu (14/6/2026) siang.

Menurut Ratno, posisi batu itu tidak pernah dipindahkan warga atau pemilik rumah. Batu lingga tesebut juga tidak ada yang merawat secara khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada yang merawat, ya cuma di situ. Tidak tahu batu apa," ungkap Ratno.

ADVERTISEMENT

Ratno menceritakan Masjid Al Muttaqien di selatan lokasi batu lingga itu ditemukan juga merupakan masjid kuno. Masjid itu sudah ada sejak zaman dulu.

"Ya kuno, dulu tidak sebesar ini, dulu kecil, tanahnya tinggi. Pintu masuknya kecil dari kayu," ujar dia.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Sadimin (65). Dia menyebut bangunan kuno di area itu ada masjid dan makam.

"Ya masjid ini katanya kuno sama makam itu pertigaan ke kiri. Makam Wirobongso," katanya kepada detikJateng.

detikJateng mencoba mencari sumber lain warga yang usianya lebih tua ternyata tidak ada yang mengetahui cerita batu lingga prasasti tersebut. Mereka justru mengaku baru mengetahui ada batu itu.

Sebelumnya diberitakan, sebuah batu lingga ditemukan di Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Batu lingga yang ditemukan di gang rumah warga itu memiliki tulisan atau beraksara.

Lokasi batu lingga itu ditemukan dari pantauandetikJatengberada di gang buntu antara rumah warga dan area parkir masjid Al-Muttaqien. Lingga berbahan batu andesit dengan kondisi masih utuh tersebut tergeletak dan sudah tidak tertanam.

Di bagian kaki berupa kotak segi empat tetapi kemudian berbentuk silinder sampai puncak. Aksara dipahatkan pada bagian atas lingga dengan panjang setengah lingkaran batu.

"Kita bersama teman-teman pegiat sejarah blusukan ke sini karena kemarin ada informasi di dekat masjid Al Muttaqien ada lingga. Setelah ada laporan hari ini kita tindak lanjuti," terang analis cagar budaya dan koleksi museum Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Klaten, Wiyan Ari Tanjung, kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (13/6/2026).

Dijelaskan Wiyan, saat sampai lokasi posisi lingga terguling dan tertutup beberapa kayu. Setelah diangkat dan dibersihkan ternyata ada aksaranya.

"Setelah kita bersihkan ternyata ada aksaranya. Tahap awal kita dokumentasikan, kita ukur dimensi dan kita akan minta bantuan epigraf untuk membaca," papar Wiyan Ari Tanjung.

Untuk lingga tersebut, terang Wiyan Ari, memiliki tinggi 82 sentimeter dan lebar 35 sentimeter. Bagian atas batu berbentuk silinder dan di bawah berbentuk persegi, berbahan batu andesit.

"Bagian atas berbentuk silinder dan di bawah berbentuk persegi, berbahan batu andesit. Di tepi jalan depan masjid ada yang diduga Yoni posisi terpendam," tutur Wiyan Ari.

"Kondisi tulisan atau aksara masih bagus dan terbaca. Namun untuk memastikan hurufnya jenis apa, tahunnya berapa, isinya prasasti, mantra atau apa kita akan berkoordinasi dengan epigraf," ujarnya.



(ams/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads