Batu Lingga Bertulis Ditemukan di Gang Buntu Gumulan Klaten

Batu Lingga Bertulis Ditemukan di Gang Buntu Gumulan Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Sabtu, 13 Jun 2026 17:31 WIB
Penampakan batu lingga yang ditemukan di Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Klaten, Sabtu (13/6/2026).
Penampakan batu lingga yang ditemukan di Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Klaten, Sabtu (13/6/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Sebuah batu lingga ditemukan di Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Batu lingga yang ditemukan di gang rumah warga itu memiliki tulisan atau beraksara.

Lokasi batu lingga itu ditemukan dari pantauan detikJateng berada di gang buntu antara rumah warga dan area parkir masjid Al-Muttaqien. Lingga berbahan batu andesit dengan kondisi masih utuh tersebut tergeletak dan sudah tidak tertanam.

Di bagian kaki berupa kotak segi empat tetapi kemudian berbentuk silinder sampai puncak. Aksara dipahatkan pada bagian atas lingga dengan panjang setengah lingkaran batu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hurufnya bukan huruf Latin yang dipakai saat ini tetapi lebih mirip huruf Jawa kuno atau Sansekerta dengan kondisi utuh. Sekitar 50 meter dari lokasi di tepi jalan depan masjid ditemukan batu kotak menyeruput Yoni ditanam di tanah.

ADVERTISEMENT

"Kita bersama teman-teman pegiat sejarah blusukan ke sini karena kemarin ada informasi di dekat masjid Al Muttaqien ada lingga. Setelah ada laporan hari ini kita tindak lanjuti," terang analis cagar budaya dan koleksi museum Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Klaten, Wiyan Ari Tanjung, kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (13/6/2026).

Dijelaskan Wiyan, saat sampai lokasi posisi lingga terguling dan tertutup beberapa kayu. Setelah diangkat dan dibersihkan ternyata ada aksaranya.

"Setelah kita bersihkan ternyata ada aksaranya. Tahap awal kita dokumentasikan, kita ukur dimensi dan kita akan minta bantuan epigraf untuk membaca," papar Wiyan Ari Tanjung.

Untuk lingga tersebut, terang Wiyan Ari, memiliki tinggi 82 centimeter dan lebar 35 centimeter. Bagian atas batu berbentuk silinder dan di bawah berbentuk persegi, berbahan batu andesit.

"Bagian atas berbentuk silinder dan di bawah berbentuk persegi, berbahan batu andesit. Di tepi jalan depan masjid ada yang diduga Yoni posisi terpendam," lanjut Wiyan Ari.

"Kondisi tulisan atau aksara masih bagus dan terbaca. Namun untuk memastikan hurufnya jenis apa, tahunnya berapa, isinya prasasti, mantra atau apa kita akan berkoordinasi dengan epigraf," imbuhnya.

Pegiat sejarah Klaten, Yohanes Sudaryanto, menambahkan saat dilaporkan warga, lingga posisinya terguling. Namun melihat sekilas bentuknya dan kehalusan batu sejak awal diyakini ada aksaranya.

"Melihat bentuk dan kehalusan batunya sejak awal diyakini ada aksaranya, hari ini kita membuktikan. Dan ternyata benar ada aksara pada badan lingga tersebut," katanya kepada detikJateng.

Menurut pria yang akrab dipanggil Yoan itu kondisi lingga utuh termasuk aksaranya. Namun perlu dibantu epigraf untuk membacanya.

"Namun perlu dibantu epigraf untuk tahu entah itu angka tahunnya, atau ada sesuatu hal di sana," terang Yoan.

Temukan Yoni Tengkurap

Selain menemukan batu lingga bertulis, tim pegiat sejarah juga menemukan yoni yang kondisinya diduga sudah rusak.

"Di sekitar lokasi kita temukan diduga Yoni rusak, atau kemungkinan knock down (terbalik). Ini di dekat jalan di depan masjid posisinya terpendam," ungkap pegiat sejarah Klaten, Yohanes Sudaryanto kepada detikJateng, Sabtu (13/6) yang ikut bersama tim dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olahraga Pemkab Klaten.

Menurut pria yang akrab dipanggil Yoan itu, jika melihat dua benda itu dirinya berpendapat kemungkinan dari era Medang (Mataram kuno). Namun jika melihat bentuk aksaranya mirip era Medang Jawa Timur (Medang yang pindah ke Jatim).

"Cuma kita melihat bentuk aksaranya mungkin mirip era Jawa Timur. Tapi apakah penulisan aksara di era Medang juga menggunakan aksara yang sama khusus untuk angka tahun atau mungkin seperti aksara - aksara Kawi untuk hurufnya," jelas Yoan.

Yoan menyatakan sejak melihat foto lingga yang diinformasikan masyarakat itu dirinya yakin ada tulisannya. Setelah dicek ternyata benar ada aksaranya.

"Ternyata benar ada aksara pada badan lingga tersebut. Kondisi secara umum bagus, lingganya utuh, tapi untuk aksaranya masih perlu dibantu epigraf untuk tahu maknanya, atau mungkin angka tahunnya, atau ada sesuatu kita belum tahu, kita masih menunggu hasilnya (pembacaan epigraf)," katanya.

Analis cagar budaya dan koleksi museum Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Klaten, Wiyan Ari Tanjung menyatakan dinas belum bisa memastikan isinya karena menunggu bantuan epigraf. Di depan masjid tepi jalan juga ditemukan Yoni.

"Ada Yoni dalam posisi terpendam jadi hanya tampak permukaan atas. Dimensi 45 x 45 centimeter dan tinggi tampaknya hanya 19 centimeter, hanya tampak atas karena sebagian terpendam aspal, " papar Wiyan Ari.

Menurut Wiyan Ari, dari warga sekitar tidak banyak mengetahui adanya Yoni dan lingga tersebut. Namun tidak dirusak warga hanya disimpan di dekat masjid.

"Memang dari dulu lokasi disitu. Ya hanya disimpan disitu, tidak digunakan untuk apa - apa oleh warga," ujar Wiyan.

"Untuk itu (jenis hurufnya, tahunnya, isinya) kita belum tahu. Nanti itu dari epigraf," imbuhnya.



(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads