Sumur Tersembunyi dalam Gang Sempit Itu Ternyata Hadiah dari Sunan Kudus

Sumur Tersembunyi dalam Gang Sempit Itu Ternyata Hadiah dari Sunan Kudus

Dian Utoro Aji - detikJateng
Sabtu, 13 Jun 2026 05:00 WIB
Lokasi Sumur Puter yang berada di Desa Langgardalem, Kudus, Rabu (10/6/2026).
Lokasi Sumur Puter yang berada di Desa Langgardalem, Kudus, Rabu (10/6/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Kudus -

Di balik gang sempit di Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, terdapat sebuah sumur yang konon memiliki sejarah terkait dengan Sunan Kudus. Sumur yang dikenal dengan nama Sumur Puter ini disebut sebagai hadiah dari Sunan Kudus untuk bekal air warga yang baru pulang dari perang.

Sumur Puter ini berada di Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus, sekitar 500 meter dari Menara Kudus. Untuk sampai ke lokasi sumur ini, dari Menara Kudus, pengunjung harus melewati gang sempit yang hanya bisa dilewati satu sepeda motor.

Sumur ini tersembunyi di sebuah bangunan bertembok setinggi 5 meter. Lokasinya tidak terawat. Banyak tanaman liar dan semak belukar. Pengunjung harus membawa sabit atau parang untuk membuat jalan setapak menuju lokasi sumur puter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumur ini berada di dalam bangunan bekas gudang pabrik rokok yang tidak terawat. Sumur ini hanya berupa pipa paralon yang menyembul. Dari pipa itu pengunjung biasanya mengambil air dengan cara disedot menggunakan mesin.

ADVERTISEMENT

Pemangku sumur puter, Mohammad Romza, mengatakan sumur ini merupakan hadiah dari Sunan Kudus atau Jafar Shodiq, penyiar Islam di wilayah Kudus.

Romza menjelaskan, salah satu Wali Songo ini membiarkan sumur tersebut untuk warga. Terutama untuk bekal warga yang ikut perang waktu itu. Dia bilang, sumur ini mulanya dari tongkat Sunan Kudus yang ditancapkan ke tanah.

"Sumur puter ini, menurut yang saya terima dari pemangku dulu, sumur hadiah dari Sunan Kudus untuk masyarakat waktu membutuhkan kehidupan, air untuk bekal masyarakat sebagai bekal pulang berperang," kata dia saat ditemui di lokasi, Rabu (10/6/2026).

"Sumur ini awalnya dulu tongkat yang ditanamkan di sini, keluar mata air untuk kebutuhan masyarakat untuk bisa dikonsumsi," imbuhnya.

Romza mengatakan, nama Sumur Puter ini berasal ketika Sunan Kudus hendak mencari lokasi untuk membuat sumur. Dia bilang, awalnya Sunan Kudus menancapkan tongkat di daerah Pasucen Kudus, namun ditolak oleh warga.

Setelah itu Sunan Kudus muter atau berkeliling mencari lokasi lain. Lalu tongkatnya ditancapkan di lokasi ini yang dulunya dekat dengan rumah Sunan Kudus.

"Namanya sumur puter, dulu yang diputar itu tongkat. Jadi waktu itu Sunan Kudus menancapkan di salah satu tempat di sekitar Pasucen itu, buat mencari mata air. Ada orang tua yang mengatakan tidak bersedia untuk dibuat mata air, maka tongkat ditancapkan di sini," jelasnya.

Romza mengatakan, sumur ini dulunya terletak dekat dengan rumah Sunan Kudus.

"Letaknya ini dekat dengan rumah Sunan Kudus. Sekitar 50 meter dari tempat ini adalah rumah Sunan Kudus," terang dia.

Menurutnya, warga sering mengadakan acara bancakan atau syukuran di sekitar lokasi sumur puter. Terutama warga yang akan mengadakan hajatan pernikahan, khitanan, atau akan berangkat haji.

"Memang kerap sekali kalau ingin punya hajat entah itu mau menikahkan anaknya, mau mengkhitankan anaknya, atau bikin rumah, mau mengawali tempat usaha. Kalau merasa bersyukur tentang kesehatan, itu sering sekali memberikan daharan misalkan makanan, disedekahkan kepada masyarakat sekitar ini," jelasnya.

"Sering sekali ada musim haji, sebelum berangkat, beliau yang akan berangkat haji bancakan dulu di tempat ini," lanjut dia.

Romza berharap agar ke depannya warga sekitar lebih peduli dengan keberadaan Sumur Puter yang merupakan peninggalan Sunan Kudus.

"Saya secara pribadi, semua punya kesadaran pribadi, dari pemerintah ya gimana untuk bisa dijalankan seperti bakti sosial untuk bersih-bersih di waktu tertentu seperti Ramadan, Suro harapan bisa agar bisa bersih," ucap dia.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads