Perjalanan Kasus Bilqis Bocah Sragen Tewas Dibunuh hingga Pelaku Ditangkap

Round-Up

Perjalanan Kasus Bilqis Bocah Sragen Tewas Dibunuh hingga Pelaku Ditangkap

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 10 Jun 2026 17:37 WIB
Ibu Bilqis, Dewi Sri Lestari, saat diwawancarai di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026).
Rumah yang jadi TKP ditemukannya bocah SD tewas penuh luka bacok di Dawung, Jenar, Sragen, Sabtu (6/6/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Seorang bocah SD di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, bernama Bilqis Rajiansyah Lestari (11), ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya, Jumat (5/6) lalu. Korban diduga dibunuh perampok. Kini polisi mengumumkan bahwa pelaku sudah ditangkap.

"Nggih (iya). Alhamdulillah," kata Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari. ditanya kabar pelaku pembunuhan sudah ditangkap melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/6/2026).

Berikut perjalanan kasus kematian tragis Bilqis berujung ditangkapnya pelaku hampir seminggu berselang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ditemukan Ibu yang Histeris

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengungkap mayat Bilqis ditemukan ibunya, Dewi Sri Lestari (34) pada Jumat (5/6) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris (melihat kondisi anaknya). Mendengar itu, Mbah Wadi (warga sekitar) datang melihat, lalu langsung melapor ke RT dan diteruskan ke saya," ujar Aris saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (5/6) malam.

Aris melanjutkan, dia langsung masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi jenazah korban.

"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu, langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto," jelasnya.

2. Motor Ortu Raib

Aris melanjutkan, pihak desa langsung menghubungi puskesmas setempat dan Polsek Jenar. Selain adanya korban jiwa, satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna biru milik orang tua korban diketahui hilang dari rumah. Kuat dugaan, motor tersebut dibawa kabur oleh pelaku.

"Sepeda motor hilang," ucap Aris.

Ia menjelaskan, Bilqis dibunuh dengan kondisi masih mengenakan seragam sekolah.

"Masih mengenakan seragam saat ditemukan," ucapnya.

"Korban ini anak tunggal, anak bawaan dari ibunya. Ayah kandungnya sudah meninggal, lalu ibunya menikah lagi dengan Pak Sukardi. Mereka juga baru sekitar 3 bulan pindah dan menempati rumah baru ini," tambah Aris.

Ibu Bilqis, Dewi Sri Lestari, saat diwawancarai di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026).Ibu Bilqis, Dewi Sri Lestari, saat diwawancarai di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

3. Diduga Dibunuh di Pagi Hari

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, mengungkap berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP sementara, pembunuhan sadis tersebut diperkirakan terjadi beberapa jam sebelum jasad korban akhirnya ditemukan.

"Kalau berkaitan dengan kronologis kejadian sementara, kurang lebih kejadian kisaran pukul 10.00 sampai 10.30 WIB," ujar Catur di lokasi kejadian.

Meski demikian, Catur menegaskan pihaknya masih akan terus mendalami perkiraan waktu kematian tersebut secara ilmiah melalui proses medis. Polres Sragen juga telah berkoordinasi dengan tim dokter kepolisian.

"Namun demikian, nanti akan kita dalami termasuk dari hasil penanganan Biddokkes Polda Jateng dalam rangka penanganan jenazah," sambungnya.

4. Cerita Dewi Temukan Putrinya Tewas Bersimbah Darah

Saat diwawancarai awak media Sabtu (6/6), Dewi menceritakan detik-detik dirinya menemukan putrinya yang sudah tidak bernyawa. Ia mengungkap, saat itu rumahnya tertutup rapat.

"Saya baru pulang kerja, mau masuk ada gembok, pintu posisi ditutup rapat, tapi gemboknya tidak terkunci. Setelah itu saya masuk, kunci gembok ada di dalam rumah di atas meja," kata Dewi.

Begitu masuk ke dalam rumah, Dewi sempat memanggil Bilqis, tetapi tidak dijawab. Ia lantas menemukan anaknya berada di kasur ruang tengah, dan mendekatinya untuk membangunkannya.

Sedetik kemudian, dia histeris karena Bilqis kondisinya bersimbah darah. Jasad korban tengkurap dengan setengah badannya ditutup selimut.

"Aku memanggil anakku, lalu aku bangunin. Aku panggil Bilqis Bilqis, bocahnya diam, apa sakit ya cuma diam pakai selimut kakinya setengah badan. Aku buka dikit-dikit banyak darahnya di kakinya, sprei dan selimut juga banyak darah," ucapnya.

Dewi langsung keluar dan teriak-teriak meminta pertolongan warga sekitar. Salah seorang tetangga yang mendengar langsung mendatangi Dewi, dan melihat kondisi Bilqis. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Kades setempat yang diteruskan ke pihak kepolisian.

Saat pendalaman, diketahui sejumlah harta benda di dalam rumah juga ikut raib. Yakni, motor jenis Honda Vario, dan satu unit handphone milik korban.

"(Yang hilang) Motor dan HP anakku. Motor dipakai anak sekolah dan main. Motor lama, beli bekas," terangnya.

5. Dalami Petunjuk di TKP

Kapolres Sragen AKBP Dewiana menjelaskan, jajarannya menyisir dan mendalami segala petunjuk yang ditemukan di TKP.

"Namun demikian, kami masih terus mendalami petunjuk-petunjuk yang ada di TKP. Dan sampai saat ini tim kami masih terus bergerak di lapangan," jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur menambahkan hasil penyelidikan telah menemui titik terang. Polisi sudah menemukan terduga pelaku yang membunuh Bilqis secara sadis.

"Kami sudah mengarah kepada satu pihak yang patut diduga berkaitan dengan perkara ini. Namun kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," kata Catur melalui keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Senin (8/6).

Catur menyebut pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti secara utuh. Tak hanya itu, tim identifikasi juga berhasil mengamankan sejumlah sidik jari dari lokasi kejadian. Seluruh temuan tersebut kini sedang diuji dan dianalisis untuk dicocokkan dengan berbagai petunjuk lain yang telah dikumpulkan penyidik.

"Semua alat bukti harus kami kumpulkan secara utuh sehingga ketika dilakukan upaya hukum, tidak ada celah bagi pelaku untuk mengelak dari perbuatannya," ungkapnya.

6. Ditangkap di Gondang

Dewiana menjabarkan, pelaku ditangkap di wilayah Kecamatan Gondang.

"Iya betul (ditangkap) di Wilayah Gondang," tuturnya.

Dewiana sendiri belum memerinci soal kronologi dan identitas pelaku pembunuhan bocah berumur 11 tahun itu. Ia mengaku masih mendalami pelaku.

"Kami masih pendalaman lebih lanjut ya," ucapnya.

Halaman 2 dari 2
(apu/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads