Massa demo dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya di depan kantor DPRD Solo telah membubarkan diri. Polresta Solo menegaskan bahwa tidak ada satu pun orang yang diamankan dari demo tersebut.
Pantauan detikJateng, pihak demonstran menyebut sempat ada dua mahasiswa yang sempat diamankan pihak kepolisian saat aksi demo itu berlangsung.
Perwakilan massa lalu menemui Kapolresta Solo Kombes Catur Cahyono Wibowo untuk membebaskan kedua teman mereka. Setelah dilakukan negosiasi, dua mahasiswa yang disebut sempat diamankan itu kemudian kembali ke aksi demo.
Kasi Humas Polresta Solo, AKP Lingga Ramadhani, menepis kabar soal adanya peserta demo yang sempat diamankan.
"Kita luruskan, beredar kabar, ada yang dinarasikan bahwa ada yang kita amankan. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada. Semua massa aksi saat ini sudah mulai membubarkan diri ke tempatnya masing-masing. Tidak ada satu pun yang kita amankan atau diamankan oleh Polresta Solo," kata Lingga kepada awak media, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: BEM Solo Raya Demo di DPRD Solo |
Lingga mengatakan, dalam pengamanan aksi demo ini, ada 490 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub. Dalam aksi demo itu, massa sempat melakukan penutupan jalan, sehingga arus lalu lintas di Jalan Adi Sucipto sempat dialihkan.
Saat itu polisi sempat mengalihkan arus kendaraan dari arah timur ke barat dari simpang empat Fajar Indah. Adapun kendaraan dari barat dialihkan ke Sawo Raya.
"Kami sempat mengalihkan arus, karena jumlah massa yang menyampaikan aspirasi di DPRD. Untuk melancarkan arus, kita melakukan rekayasa lalu lintas," ujar Lingga.
Dalam aksi demo itu, massa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pemberhentian program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka juga menyoroti soal melemahnya nilai tukar rupiah dan soal tingginya harga barang kebutuhan. Massa juga menyuarakan isu lokal terkait TPA Putri Cempo dan pajak PBB.
Sejumlah anggota DPRD Solo sempat menemui massa. Mereka sempat duduk bersama mahasiswa, lalu mendengar langsung dan menanggapi aspirasi dari mahasiswa.
Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo, mengatakan masukan yang diberikan BEM Solo Raya untuk perbaikan kinerja pemerintah, baik di pemerintahan pusat maupun daerah diterima dan akan diteruskan ke pemerintah pusat.
"Kami atas nama seluruh pimpinan dan anggota DPRD Solo Surakarta akan mendukung, apa yang hari ini menjadi tuntutan dan aspirasi dari elemen mahasiswa," kata Budi.
"Berkaitan dengan tuntutan kepada pemerintah pusat dan DPR RI tentunya sesuai dengan kewenangan nanti akan kita sampaikan ke teman-teman yang ada di DPR RI dan kepada walikota untuk diteruskan kepada presiden," imbuhnya.
Simak Video "Video: Polda Jateng Kawal Aksi BEM Solo Raya, Jamin Hak Warga untuk Bersuara"
(dil/apu)