Sejumlah aliansi mahasiswa Sukoharjo menggelar aksi demo di simpang tiga Tugu Kartasura, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Mahasiswa datang sekira pukul 16.30 WIB, dan langsung memblokade jalan putar dari arah barat ke selatan.
Mahasiswa demo dengan membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan "BERANTAS KKN!", "RAKYAT HEMAT KORUPTOR NIKMAT". Serta membawa sebuah keranda yang bertuliskan "PENJABAT KAYA RAKYAT SENGSARA".
Massa juga melakukan aksi bakar keranda dan sejumlah kardus. Mereka membuat lingkaran lebih besar sehingga semakin menutup ruas jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan ada seorang pria yang menggunakan sepeda motor mendatangi demo dan memprotes aksi demo yang dilakukan mahasiswa. Beruntung, aksi pria itu tidak menimbulkan kericuhan karena langsung diminta untuk pergi.
Perwakilan massa dari IMM Sukoharjo, Azhar Ardiansyah, mengatakan dalam demo ini mahasiswa masih membawa isu terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga naiknya harga Pertamax.
"Kami di sini sangat resah dengan pemerintahan, bahwa ternyata dalam demonstrasi yang ada tidak membuahkan hasil. Kebijakan yang tidak tepat sasaran mulai dari MBG malah menjadi lumbung korupsi," kata Azhar kepada awak media, Rabu (16/6/2026).
Dia menilai, proyek MBG yang banyak menelan APBN harusnya berdampak positif bagi masyarakat, bukan malah jadi tempat korupsi. Selain itu, KDPM menurutnya proyek yang penting tidak penting dengan segala permasalahannya yang ada.
"Harapannya kebijakan pemerintah dievaluasi untuk kebaikan masyarakat, sebagaimana KDMP ini menyediakan pupuk untuk kebutuhan masyarakat, bukan tamplate seperti swalayan biasa," ujarnya.
Selain itu, mereka juga menolak RUU Polri, meminta stabilkan nilai rupiah, harga BBM, mengesahkan RUU Perampasan Aset. Serta isu lokal terkait perbaikan infrastruktur, sarana prasarana di Sukoharjo, dan putusan terkait PT RUM.
"Tolonglah transparan, dan evaluasi sedemikian baik agar masyarakat sejahtera," ucapnya.
Terkait aksi membakar keranda, Azhar mengungkapkan, menggambarkan tentang mematikan sifat negatif.
"Maknanya adalah keranda bentuk kematian, kita harus mematikan sifat negatif kita. Jangan sampai sebagai penjabat masih memelihara sifat negatif, harus dimatikan," ungkapnya.
Akibat aksi demo itu, kemacetan sempat terjadi di jalan Solo-Semarang utamanya arus lalulintas lintas dari barat (Semarang) ke timur (Solo). Selain itu, jalan Solo-Jogja juga mengalami kemacetan dari arah selatan (Jogja) ke Utara (Solo). Polisi melakukan rekayasa lalulintas untuk mengurai kemacetan.
(alg/apl)
