Mahasiswa dari sejumlah kampus di Kota Malang akan kembali menggelar demo pada Rabu (17/6/2026). Aksi unjuk rasa itu akan dipusatkan depan Gedung DPRD Kota Malang.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, aksi demo ini akan dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan titik kumpul di Ormawa UM dan titik lain di Sekretariat BEM Unmer. Peserta yang hadir dihimbau untuk mengenakan dresscode hitam-hitam.
"SAATNYA SUARA RAKYAT MENGGELEGAR! Ketika jeritan rakyat hanya dianggap angin lalu, dan kritik dibalas dengan pembungkaman, di situlah demokrasi kita sedang dipertaruhkan!," isi ajakan demo dalam postingan yang beredar di media sosial dikutip detikJatim, Rabu (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebebasan berpendapat bukan hadiah dari penguasa, melainkan hak mutlak yang direbut dengan darah dan perjuangan. Jika pemerintah hari ini anti-kritik, maka rakyat dan mahasiswa yang harus turun tangan untuk mengingatkan! MATIKAN KEKUATAN, NYALAKAN KEBERANIAN! Jangan biarkan ketidakadilan ini melenggang tanpa perlawanab. Kosongkan ruang kelas, penuhi jalanan!," tambahnya.
Kasi Humas Polresta Malang Kota IPDA Lukman Sobikhin membenarkan adanya informasi aksi demo tersebut. Pihaknya menegaskan, personel gabungan telah disiapkan untuk mengamankan unjuk rasa di depan gedung DPRD nanti.
"Total ada sebanyak 435 personel gabungan yang akan dikerahkan. Terdiri dari 350 anggota Polresta Malang Kota, 30 anggota TNI, 30 anggota Satpol PP, 5 anggota Damkar, 10 anggota Dishub dan 10 anggota Dinkes," kata Lukman, Rabu (17/6/2026).
"Namun, apabila situasi berubah, maka seluruh unsur pengamanan akan turut dilibatkan dalam pengamanan aksi unjuk rasa tersebut," imbuhnya.
Sebelumnya, pada Senin (15/6/2026) ratusan mahasiswa telah melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang. Massa yang kompak menggenakan dresscode warna hitam waktu itu kompak menyuarakan penolakan program prioritas Presiden Prabowo.
Sejumlah program prioritas pemerintah yang dimaksud, antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Mahasiswa menilai sejumlah program prioritas pemerintah belum memiliki kejelasan, dan justru dinilai menghambur-hamburkan APBN.
Mahasiswa juga menyoroti sumber dana negara yang berasal dari pajak dan kerja masyarakat.
(irb/hil)
