Daftar Sekolah Terkendala KK, Puluhan Wali Murid Datangi Disdik Semarang

Daftar Sekolah Terkendala KK, Puluhan Wali Murid Datangi Disdik Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 08 Jun 2026 18:51 WIB
Suasana Posko Pelayanan SPMB Disdik Kota Semarang, di Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Candisari, Senin (8/6/2026).
Suasana Posko Pelayanan SPMB Disdik Kota Semarang, di Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Candisari, Senin (8/6/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja
Semarang -

Puluhan wali murid mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Candisari. Mereka mengeluhkan sulitnya mendaftarkan anak sekolah melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Pantauan detikJateng di lokasi pada Senin (8/6/2026) pukul 13.00 WIB, tampak puluhan wali murid tengah mengantre di Posko Pelayanan SPMB Disdik Kota Semarang. Beberapa orang tampak datang dengan membawa serta anak mereka.

Terlihat puluhan kursi yang disediakan nyaris dipenuhi para orang tua. Mereka juga tampak duduk di sekitar gedung Disdik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang wali murid asal Semarang Barat, Yuliana Wati (31), mengatakan dirinya datang ke kantor Disdik Kota Semarang untuk mengurus pendaftaran sekolah anaknya yang hendak masuk ke SDN Ngemplak Simongan 1. Dia menyebut proses pendaftaran bermasalah lantaran ada persoalan di kartu keluarga (KK).

"Saya ngurus kenapa anak saya (tidak dapat mendaftar ke sekolah), karena mungkin berubah KK-nya, intinya ada persoalan di KK-nya itu," kata Liana saat ditemui di kantor Disdik Kota Semarang siang ini.

ADVERTISEMENT

"Salah satu poinnya kan nilai usia, nilai kewilayahan. Anak saya tuh nilai kewilayahannya 10, sementara teman-teman yang lainnya tuh nilai kewilayahannya 50. Dan itu kalau ditotal anak saya hanya dapat nilai akhirnya itu 17. Kalau bersanding dengan nilai 57 kan itu kan agak susah," lanjutnya.

Liana mengatakan di KK sebelumnya keluarganya berdomisili di Kendal. Dia mencoba mendaftarkan anaknya melalui jalur afirmasi.

"Sebelumnya KK sih KK Kendal. Sebenarnya KK sih sudah update, cuma bingung poinnya itu. Saya kan SD, jadi (masuk) domisili dan afirmasi," sebutnya.

Liana pun hendak menanyakan jalan keluarnya kepada Disdik. Dia juga berharap jika mendapat jawaban, nilai anaknya dapat bertambah.

"Makanya ini mau saya tanyakan mungkin bisa. Mungkin nanti setelah saya di sini dapat pencerahan mungkin nilainya bisa naik, mungkin saya (anaknya) bisa masuk ke situ (SDN Ngemplak Simongan 1)," ungkapnya.

Sementara itu seorang wali murid asal Ngaliyan, Siti Nafsiyah (66), juga kesulitan mendaftarkan cucunya ke SD. Dia hendak mendaftarkan cucunya ke SDN Purwoso.

Siti menyebut kendala yang dialaminya yakni ayah cucunya tidak mau memindahkan KK ke keluarganya. Sementara KK dibutuhkan untuk mendaftar ke sekolah.

"Cucu yang ketiga untuk masuk SD. Kendalanya cuman KK, nggih. Karena bapaknya belum bisa mengeluarkan pindah KK ke Mbah Kakungnya di Krapyak, Purwosoyo," kata Siti.

Siti menyebut, suaminya mencoba mendaftarkan cucunya ke SDN Purwoso. Namun pihak sekolah meminta agar pergi ke Disdik Kota Semarang.

"Sudah ke sana (SD Purwoyoso?) Dari pihak SD-nya suruh ke Dinas Pendidikan," terangnya.

Siti memilih mendaftarkan cucunya ke SDN Purwoso lantaran tidak sanggup membiayai jika masuk ke sekolah swasta.

"Saya enggak sanggup, Mas, karena saya tanya-tanya di sekolah swasta itu kalau harus ada uang gedung yang paling murah itu Rp 7.500.000, yang standar itu Rp 12.000.000 masuk ke swasta," katanya

"SPP-nya Rp 350.000, saya enggak sanggup. Kalau untuk cuma ngasih makan, cuma ngasih jajan, setiap hari nyangoni itu insyaallah demi cucu insyaallah berlanjut," imbuhnya.

Dia pun berharap bisa mendapatkan solusi setelah mendatangi Disdik Kota Semarang.

Tak hanya para orang tua, Kepala Sekolah KB IT, Nurul Ilmi, Yuni, juga membantu para mantan wali murid di sekolahnya yang mengalami kesulitan pendaftaran. Yuni mengatakan, kendalanya berada di server SPMB.

"Jadi belum bisa online karena servernya masih error. Database-nya bermasalah," kata Yuni.

"Kayak itu kan harus dibenahi dulu. Kalau sudah dibenahi mungkin besok bisa online. Tapi kan namanya wali murid itu kan ngejar gurunya, kita kan guru," lanjutnya.

Sebab itu, kata Yuni, para wali murid diminta membawa beberapa persyaratan administrasi untuk melakukan pendaftaran ke SD yang dituju. Ada sekitar 17 wali murid yang dibantu Yuni untuk mendaftar ke SD.

"Dari dinas sudah menyampaikan bahwa orang tua wali murid dengan membawa fotokopi KK, akta, kemudian ijazah," sebutnya.

Sekretaris Disdik Kota Semarang, Ali Sofyan, menerangkan sejak dini hari tadi SPMB yang dibuka untuk jenjang TK hingga SD. Pendaftaran sekolah berlangsung secara daring.

"Hari ini hari Senin tanggal 8 Juni 2026 itu sudah dibuka SPMB untuk jenjang TK dan SD di Kota Semarang," kata Ali.

Soal masalah KK yang banyak dialami dalam SPMB, Ali mengimbau para wali murid untuk datang ke Disdik agar pihaknya dapat menyinkronkan data ke Dispendukcapil.

"Kalau KK itu satu huruf saja atau satu angka saja tidak tidak sama, itu sampai kapan nggak akan bisa masuk. Makanya rata-rata mereka langsung ke sini dan teman-teman di sini sudah siap untuk komunikasikan dengan Dispendukcapil untuk disinkronkan. Sehingga memang kalau ada masalah-masalah diimbau kepada orang tua untuk bisa langsung bertindak ke Dinas Pendidikan di posko di sini," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads