Baliho bergambar SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi muncul di Kecamatan Delanggu, Klaten. Baliho itu dipasang di beberapa titik strategis.
Pantauan detikJateng, Senin (8/6/2026), baliho itu tampak dipasang di palang perlintasan Stasiun Delanggu dan simpang empat Pasar Delanggu di tepi Jalan Jogja-Solo. Di stasiun baliho dipasang dengan rangka bambu.
Sedangkan di simpang empat Pasar Delanggu dipasang di tembok tepi jalan. Pada baliho itu Mangkubumi tampak mengenakan pakaian kebesaran Raja Keraton Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian di bagian atas, terdapat tulisan Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti. Ukuran baliho yang cukup besar sekitar 1x2 meter sehingga mudah terlihat warga.
Salah seorang penarik becak di simpang empat Pasar Delanggu, Sarwono (60), menyebut baliho di dekat pasar itu dipasang Minggu (7/6) malam. Dia mengaku tidak tahu siapa yang memasang baliho tersebut.
"Yang masang pakai mobil, siapa mereka tidak ada yang tahu. Ya satu ini disini," ungkap Sarwono kepada detikJateng, saat ditemui di lokasi, Senin (8/6/2026).
Sarwono mengaku sosok di baliho itu merupakan Raja Solo yang baru. Dia mengaku tak tahu nama sosok Raja baru Keraton Solo itu.
"Raja Solo itu, ya tidak tahu siapa. Yang jelas raja Solo kan sudah meninggal beberapa waktu lalu, pemakaman juga lewat sini," kata Sarwono.
Sementara itu, pengguna jalan yang sering melintas di Stasiun Delanggu, Sriyanto mengaku melihat baliho tersebut dipasang sekitar tiga hari lalu. Warga Juwiring Klaten ini mengetahui sosok di baliho itu terkait Keraton Solo.
"Yang di stasiun sudah tiga hari yang lalu. Tapi yang bener siapa rajanya, yang mana orangnya juga tidak tahu," kata Sriyanto.
"Tahunya raja Solo sudah meninggal, ini mungkin gantinya atau apa," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, baliho bergambar dan bertulisan SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi bakal dipasang di sejumlah daerah di luar Kota Solo. Ketua Eksekutif LDA, KPH Edy Wirabhumi, menyebut baliho itu sudah ada yang terpasang di Demak dan Kudus.
"Ada permintaan dari daerah-daerah, diizinkan juga pasang (baliho). Iya (luar kota Solo), lebih (dari 10 titik). Sebagian daerah-daerah sudah pasang ternyata seperti Kudus dan Demak," kata Edy saat ditemui di Keraton Solo, Jumat (5/6).
Edy menyebut ada lebih dari 10 titik yang akan dipasang baliho. Menurutnya, baliho tersebut akan dipasang di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
"Rencana ada Ngawi, Boyolali, Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Demak, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara dan Magelang," ucapnya.
Ia menyebut pemasangan baliho murni karena keinginan sendiri dari daerah tersebut. Edy mengungkap inisiatif pemasangan baliho SISKS Mangkubumi itu berasal dari pihak yang tergabung dalam satu komunitas dengannya.
Menanggapi baliho, juru bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, berujar tidak ada kekosongan takhta semenjak PB XIII mangkat 2 November 2025 lalu.
"Kami sangat menyayangkan adanya hal tersebut karena sudah jelas bahwa Keraton Solo tidak ada kekosongan pemimpin," ujarnya, Senin (1/6).
Singonagoro mengatakan legalitas takhta PB XIV Purbaya selaku raja yang jumeneng noto lenggah dampar (bertakhta di singgasana) memiliki dasar hukum adat yang kuat.
Dia bilang, jauh sebelum naik takhta, PB XIV Purbaya sudah ditunjuk secara langsung dan transparan oleh mendiang ayahnya selaku penguasa sebelumnya.
"Raja yang sah Sinuhun Paku Buwono, yang dulu oleh PB XIII, sawargo (almarhum) PB XIII, ditunjuk secara terbuka menjadi putra mahkota yaitu KGPH Purboyo atau KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram," ujar Singonagoro.
Singonagoro menyebut pihaknya akan segera mengambil langkah hukum. Namun, dia tidak merinci seperti apa.
"Langkah hukum pasti ada, tunggu saja langkah yang akan diambil tim seperti apa nantinya," tutur dia, Rabu (3/6).
