Jembatan Kadilanggon di Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi mulai direhab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Jalur kendaraan dari arah Klaten dan Gunungkidul sementara dialihkan.
"Lalu lintas diputus total dialihkan ke jalan desa untuk kendaraan ringan, kita sedang menunggu ijin Polres," ungkap Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto kepada detikJateng, Sabtu (6/6/2026).
Dijelaskan Suryanto, sosialisasi pelaksanaan pembangunan jembatan sudah dilakukan, termasuk akan dibarengkan dengan jembatan Gempol di selatan. Dia menyebut warga sudah tidak ada masalah.
"Alhamdulillah warga mendukung. Rambu penutupan jalan dan jalur pengalihan sedang dilengkapi, secepatnya dipasang," jelas Suryanto.
Pantauan detikJateng di lokasi, alat berat ekskavator mulai menata lokasi di sekitar sayap jembatan. Pagar pengaman jembatan mulai dibongkar.
Namun demikian kendaraan roda dua masih bisa melintas karena badan jembatan belum dirobohkan. Rambu pembongkaran jembatan sudah dipasang di simpang tiga Jalan Wedi-Bayat dan sekitar lokasi.
Papan proyek di lokasi menyebutkan anggaran mencapai Rp 2,7 miliar. Sedangkan jembatan Gempol di selatan Desa Kadilanggon belum dimulai.
Sekdes Kadilanggon, Winarno menyatakan alat berat mulai diterjunkan meskipun badan jembatan belum dirobohkan. Masyarakat bisa mencari jalan alternatif.
"Jalur alternatif untuk kendaraan roda empat ke arah Gunungkidul (Clongop) bisa lewat simpang empat masjid Jami Kecamatan Wedi ke selatan, lewat Jogoprayan Gantiwarno. Dari Gunungkidul juga sebaliknya," terang Winarno.
Untuk kendaraan roda dua, sebut Winarno, dari arah Bayat bisa lewat Desa Kaligayam ke Pacing tembus Kadilanggon. Dari arah Gunungkidul bisa lewat jalur tersebut.
"Dari Gunungkidul roda dua juga bisa (lewat Kadilanggon-Kaligayam). Tapi juga bisa lewat Desa Karangturi ada jembatan kecil atau lewat Jogoprayan ke masjid Jami Kecamatan Wedi," papar Winarno.
"Masyarakat yang biasa lewat dari Gunungkidul atau Klaten sudah relatif hapal. Sosialisasi sudah dan rencananya sampai bulan Oktober," sambung Winarno.
Terpisah Camat Gantiwarno, V Retno Setyaningsih menjelaskan surat pemberitahuan sudah diterima. Jalur alternatif bisa lewat wilayahnya.
"Dari Gunungkidul bisa lewat Desa Karangturi ke kiri, Jogoprayan ke kanan lewat jembatan merah tembus Kecamatan Wedi. Begitu pun dari Klaten sebaliknya," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, beberapa pohon pisang dan poster sempat dipasang warga di jalan penghubung Klaten-Gunungkidul, ruas Desa Pasung sampai Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Klaten pada bulan Maret 2026 lalu. Hal itu sebagai bentuk protes karena jalan rusak berat.
Kerusakan jalan tersebut mulai terlihat di ruas Desa Pasung ke selatan. Persis di depan gapura masuk Desa Kadilanggon, sebatang pohon pisang ditanam di ujung jembatan yang ambles.
Di pagar jembatan yang ambles sekitar hampir satu meter itu dipasang poster dengan tulisan bernada protes. Di dekat Pasar Gempol, Desa Kadilanggon dua pohon pisang juga ditanam di tengah jalan dengan poster ditancapkan. Semakin ke selatan, pohon lainnya juga dipasang warga.
"Ini rusak berat sudah lama karena tol ambil tanah dari Clongop, dari Sampang dan Gunung Cilik (wilayah Kabupaten Gunungkidul). Itu jembatan sampai rusak parah," ungkap salah satu warga, Hadi Siswoyo, kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (22/3/2025) siang.
Simak Video "Berenang Ceria Bersama Mermaid di Umbul Ponggok, Klaten"
(alg/alg)