Jembatan Gempol di perbatasan Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno dan Desa Kadilanggon Kecamatan Wedi, ambles. Jembatan penghubung Klaten-Gunungkidul itu kini ditutup karena rusak parah.
Pantauan detikJateng di lokasi, jembatan sepanjang sekitar 25 meter tersebut retak di ujung utara dan selatan. Tembok pondasi kanan dan kiri di sisi utara retak dan longsor.
Badan jembatan di atas Sungai Dengkeng tersebut kini melengkung. Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, DPUPR, dan kepolisian menutup lokasi dengan water barrier dan police line.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang warga Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, Sutarjo (63) mengatakan jembatan itu baru diketahui rusak pada siang ini. Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, warga masih bisa lewat.
''Jam 10.00 WIB tadi warga masih bisa lewat. Habis Jumatan warga baru ribut karena jembatan retak tidak bisa dilewati, " kata Sutarjo kepada detikJateng, Jumat (2/1/2025).
Sutarjo menyebut jembatan itu berada di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Klaten dan Gunungkidul.
"Ini jalur penghubung lalu lintas Klaten dan Gunungkidul. Ini mendadak (rusaknya), tidak diduga sebelumnya," ujar Sutarjo.
Menurut dia, jembatan yang dikhawatirkan rusak itu di sisi utara desa karena sudah ambles lama. Ternyata yang ambles malah jembatan di selatan.
"Ternyata malah ini yang ambles. Ya harapannya segera dibenahi, (jembatan tidak bisa dilewati) ini merepotkan warga," ucapnya.
Sekretaris Desa Kadilanggon, Winarno menyebut jembatan itu ambles dan retak sekitar pukul 11.30 WIB.
"Sangat vital karena ini jalur Klaten ke Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Jadi jalur penting," kata dia kepada detikJateng di lokasi.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Klaten, Suryanto mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan kejadian tersebut.
"Abutment (struktur ujung jembatan) retak dan ambles. Namun detailnya sedang kita cek," kata Suryanto kepada detikJateng.
(dil/afn)
