Seorang bocah kelas 5 SD inisial B (11) ditemukan tewas penuh luka bacok di rumahnya di Dukuh Bromoasri, Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen. Polisi menyatakan berdasarkan pemeriksaan awal, diduga korban dibunuh pada pagi harinya.
Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, mengungkap berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP sementara, pembunuhan sadis tersebut diperkirakan terjadi beberapa jam sebelum jasad korban akhirnya ditemukan.
"Kalau berkaitan dengan kronologis kejadian sementara, kurang lebih kejadian kisaran pukul 10.00 sampai 10.30 WIB," ujar Catur saat ditemui awak media di lokasi kejadian, Jumat (5/6/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Catur menegaskan pihaknya masih akan terus mendalami perkiraan waktu kematian tersebut secara ilmiah melalui proses medis. Polres Sragen juga telah berkoordinasi dengan tim dokter kepolisian.
"Namun demikian, nanti akan kita dalami termasuk dari hasil penanganan Biddokkes Polda Jateng dalam rangka penanganan jenazah," sambungnya.
Catur menjelaskan, jasad korban ditemukan ibunya sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi masih memakai seragam sekolah.
"Ditemukan anak perempuan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah milik orang tua korban, yang mana ada temuan tanda-tanda kekerasan. Yang menemukan pertama ibu kandung korban sekira pukul 16.00 WIB, masih mengenakan seragam," terang Catur.
Sementara Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menuturkan awalnya ibu korban, Dewi, baru saja pulang dari tempat kerjanya di pabrik rokok.
Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, ditemui di lokasi pembunuhan bocah SD di Dawung, Jenar, Jumat (5/6/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng |
"Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris (melihat kondisi anaknya). Mendengar itu, Mbah Wadi (warga sekitar) datang melihat, lalu langsung melapor ke RT dan diteruskan ke saya," ujar Aris saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (5/6) malam.
Saat dirinya tiba di lokasi, kondisi rumah sudah ramai. Ia langsung bergegas masuk dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka parah di beberapa bagian tubuhnya.
"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu, langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto," jelasnya.
Menurut Aris, saat kejadian korban berada di rumah seorang diri. Kedua orang tuanya diketahui sedang pergi bekerja sejak pagi hari. Lingkungan sekitar rumah korban juga cenderung sepi saat siang hari karena mayoritas tetangga bekerja sebagai petani tebu dan pedagang.
"Korban ini anak tunggal, anak bawaan dari ibunya. Ayah kandungnya sudah meninggal, lalu ibunya menikah lagi dengan Pak Sukardi. Mereka juga baru sekitar 3 bulan pindah dan menempati rumah baru ini," tambah Aris.
Pihak desa langsung menghubungi Polsek Jenar dan Puskesmas setempat. Petugas medis menduga korban sudah meninggal dunia cukup lama sebelum ditemukan, melihat kondisi jenazah yang mulai membiru. Tim Inafis Polres Sragen juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selain adanya korban jiwa, satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna biru milik orang tua korban diketahui hilang dari rumah. Kuat dugaan, motor tersebut dibawa kabur oleh pelaku.
"Sepeda motor hilang," pungkasnya.
(apu/afn)

