Bocah SD di Sragen Tewas Mengenaskan Penuh Luka Bacok, Motor Ortu Raib

Bocah SD di Sragen Tewas Mengenaskan Penuh Luka Bacok, Motor Ortu Raib

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 05 Jun 2026 20:42 WIB
Rumah yang jadi TKP ditemukannya bocah SD tewas penuh luka bacok di Dawung, Jenar, Sragen, Jumat (5/6/2026).
Rumah yang jadi TKP ditemukannya bocah SD tewas penuh luka bacok di Dawung, Jenar, Sragen, Jumat (5/6/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Sragen -

Warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen digegerkan oleh penemuan jasad seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di dalam rumahnya. Korban yang diketahui berinisial B (11), seorang siswi kelas 5 SD, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh penuh luka.

Dari pantauan detikJateng, polisi masih melakukan olah TKP di rumah korban. Masyarakat pun turut menyaksikan meski di pokice line.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengonfirmasi adanya peristiwa dugaan penganiayaan berat tersebut. Sepeda motor milik orang tua korban juga dilaporkan hilang dari lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aris menceritakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri, Dewi, sepulang bekerja dari pabrik rokok sekitar pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris (melihat kondisi anaknya). Mendengar itu, Mbah Wadi (warga sekitar) datang melihat, lalu langsung melapor ke RT dan diteruskan ke saya," ujar Aris saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (5/6/2026) malam.

Saat dirinya tiba di lokasi, kondisi rumah sudah ramai. Ia langsung bergegas masuk dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka parah di beberapa bagian tubuhnya.

"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu, langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto," jelasnya.

Menurut Aris, saat kejadian korban berada di rumah seorang diri. Kedua orang tuanya diketahui sedang pergi bekerja sejak pagi hari. Lingkungan sekitar rumah korban juga cenderung sepi saat siang hari karena mayoritas tetangga bekerja sebagai petani tebu dan pedagang.

"Korban ini anak tunggal, anak bawaan dari ibunya. Ayah kandungnya sudah meninggal, lalu ibunya menikah lagi dengan Pak Sukardi. Mereka juga baru sekitar 3 bulan pindah dan menempati rumah baru ini," tambah Aris.

Saat ditemukan, korban bahkan dilaporkan masih mengenakan seragam sekolah pramuka.

"Masih mengenakan seragam saat ditemukan," ucapnya.

Pihak desa langsung menghubungi Polsek Jenar dan Puskesmas setempat. Petugas medis menduga korban sudah meninggal dunia cukup lama sebelum ditemukan, melihat kondisi jenazah yang mulai membiru. Tim Inafis Polres Sragen juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selain adanya korban jiwa, satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna biru milik orang tua korban diketahui hilang dari rumah. Kuat dugaan, motor tersebut dibawa kabur oleh pelaku.

"Sepeda motor hilang," pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, mengatakan adanya tindak kekerasan yang menghilangkan nyawa.

"Yang jelas, kita temukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun demikian, motif daripada kejadian ini akan menjadi pendalaman kami," ujarnya.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads