LDA Keraton Solo Pasang Lagi Baliho SISKS Mangkubumi, Ukuran Lebih Gede

LDA Keraton Solo Pasang Lagi Baliho SISKS Mangkubumi, Ukuran Lebih Gede

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 05 Jun 2026 10:26 WIB
Baliho SISKS Mangkubumi terpampang di Jalan Radjiman, Jumat (5/6/2026).
Baliho SISKS Mangkubumi terpampang di Jalan Radjiman, Jumat (5/6/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Baliho bergambar SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi semakin banyak terpasang di sejumlah titik Kota Solo jelang kirab malam 1 Sura. Terbaru, baliho dengan ukuran cukup besar terpasang di tengah Kota Solo yakni di Jalan Dr. Rajiman, Panularan, Laweyan.

Dari pantauan detikJateng, baliho tersebut menghadap di jalan satu arah di kawasan Baron. Sama dengan di Gladag, baliho putra tertua Paku Buwono XIII itu terdapat tulisan di sisi kiri Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti dan di tengah foto serta sisi kanan SISKS PB XIV Karaton Surakarta Hadiningrat.

Baliho serupa sebelumnya telah terpasang di sekitar kawasan Gladak. Adapun baliho yang baru ini memiliki ukuran yang lebih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Edy Wirabhumi, mengatakan bahwa memang ada beberapa baliho yang dipasang di sejumlah titik Kota Solo.

"Memang proses di beberapa titik baliho kota Surakarta," katanya dihubungi detikJateng, Jumat (5/6/2026).

ADVERTISEMENT

Edy mengatakan bahwa rencana ada lebih dari 10 titik yang akan dipasang baliho. Baik di Kota Solo maupun luar Kota Solo.

"Ada permintaan dari daerah-daerah, diizinkan juga pasang (baliho). (Luar kota Solo) iya. (Ada 10 titik?) Lebih," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah baliho yang memajang foto Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi dipasang di kawasan Gladag, Solo, Senin (1/6).

Dalam baliho itu, foto PB XIV Mangkubumi mengenakan pakaian kebesaran Raja Keraton Solo dan di bawahnya tertulis Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Keraton Surakarta.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Edy Wirabhumi, mengatakan bahwa pemasangan baliho itu sebagai pengumuman bagi masyarakat terkait raja baru di Keraton Solo.

"(Pemasangan baliho itu sebagai bentuk pengumuman ke masyarakat Solo?) Lha monggo dimaknai seperti apa. Bisa begitu, bisa ke dalam (ke internal Keraton), bisa ke pemerintah. Luas pengertiannya. Karena nek (kalau) Keraton iku kondone (katanya) lahir batin gitu ya," kata Edy saat dihubungi awak media, Senin (1/6/2026).

Edy mengatakan pemasangan baliho Raja Keraton Solo itu dilakukan bersamaan dengan Hari Lahir Pancasila. Menurut dia, hal itu memiliki makna yang sama.

"Jadi kan kita ini garisnya itu sebenarnya adalah meneguhkan satu sisi adat dan tradisi budaya, sisi lain pada saat kita juga bersama-sama mendirikan negara dan bangsa ini, juga harus konsisten dengan apa yang sudah kita bersama-sama mendirikan bangsa. Ini kan kebangsaan kita toh, Pancasila itu kan gitu," ucapnya.

Edy mengaku siap pasang badan dari sisi hukum maupun dari sisi adat setelah pemasangan baliho bergambar dan bertulisan SISKS Paku Buwono XIV Raja Keraton Surakarta.

"Nah, oleh karena itu, saya hanya ingin mengatakan saya bertanggung jawab penuh dari sisi hukum bahwa apa yang kita lakukan ini adalah berpegang teguh pada ketentuan adat dan ketentuan hukum nasional, gitu. Seperti itu. Karena saya, ya di situlah kapasitas tugas dan kewenangan saya, gitu," kata dia.

Usai memasang baliho, pihaknya mengaku juga akan melakukan jumenengan. Namun, terkait tanggal jumenengan masih meminta petunjuk.

"Insyaallah (ada jumenengan). Sedang nyuwun (minta) petunjuk," ucapnya.

Di sisi lain, kubu Paku Buwono XIV Purbaya menyayangkan langkah dari LDA terkait pemasangan baliho tersebut. Bahkan, mereka berencana menyiapkan langkah hukum.

Juru bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, berujar tidak ada kekosongan takhta semenjak PB XIII mangkat 2 November 2025 lalu.

"Kami sangat menyayangkan adanya hal tersebut karena sudah jelas bahwa Keraton Solo tidak ada kekosongan pemimpin," ujarnya, Senin (1/6).

Singonagoro mengatakan, legalitas takhta PB XIV Purbaya selaku raja yang jumeneng noto lenggah dampar (bertakhta di singgasana) memiliki dasar hukum adat yang kuat.

Dia bilang, jauh sebelum naik takhta, PB XIV Purbaya sudah ditunjuk secara langsung dan transparan oleh mendiang ayahnya selaku penguasa sebelumnya.

"Raja yang sah Sinuhun Pakubuwono, yang dulu oleh PB XIII, sawargo (almarhum) PB XIII, ditunjuk secara terbuka menjadi putra mahkota yaitu KGPH Purboyo atau KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram," ujar Singonagoro.

Singonagoro melanjutkan, pihaknya akan segera mengambil langkah hukum. Namun, dia tidak merinci seperti apa.

"Langkah hukum pasti ada, tunggu saja langkah yang akan diambil tim seperti apa nantinya," tutur dia, Rabu (3/6/2026).



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads