Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo memasang baliho bergambar Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi sebagai Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) PB XIV. Begini respons Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan terkait baliho itu.
"Dari Gusti Tedjo sejauh ini belum ada arahan apa-apa, belum ada komentar nggih (baliho PB XIV Mangkubumi)," kata juru bicara Tedjo, Kangjeng Pakoenegoro saat dihubungi awak media, Kamis (4/6/2026).
Hanya saja, lanjut Pakoenegoro, Tedjowulan sempat memberi arahan supaya baliho di sekitar Keraton Solo diisi dengan kegiatan atau agenda. Ia mencontohkan bahwa baliho bisa diisi dengan pemberitahuan kegiatan Grebeg dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Justru beliau malah, Gusti Tedjowulan sempat, sempat ngendiko, sebenarnya yang paling pas justru ini baliho-baliho itu berisi gambar-gambar tentang proses revitalisasi, kemudian kalaupun grebeg ya gunungan grebegnya. Kalau kirab ya kira-kira kebo dan kirabnya," ucapnya.
Sehingga, lanjutnya, baliho yang dibaca masyarakat bisa menenangkan atau membuat teduh kondisi.
"Masyarakatnya, itu akan lebih menenangkan, lebih adem gitu," ucapnya.
Ia menambahkan, visualisasi yang mengangkat tradisi dan budaya akan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat luas karena memberikan informasi yang jelas mengenai agenda keraton.
"Jadi timeline-nya jelas, tanpa menonjolkan satu dan lain pihak gitu, supaya rukun," imbuhnya.
Ketika ditanya apakah pandangan dan saran tersebut sudah disampaikan kepada pihak PB XIV Mangkubumi, Kanjeng Pakoenegoro menegaskan bahwa hubungan dan komunikasi antar-pimpinan di internal keraton sebenarnya terus berjalan dengan baik.
"Komunikasinya jalan terus. Sudah disampaikan semua. Gusti Tedjo itu merangkul penginnya," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah baliho yang memajang foto Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi dipasang di kawasan Gladag, Solo, Senin (1/6).
Dalam baliho itu, foto PB XIV Mangkubumi mengenakan pakaian kebesaran Raja Keraton Solo dan di bawahnya tertulis Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Keraton Surakarta.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi mengatakan bahwa pemasangan baliho itu sebagai pengumuman bagi masyarakat terkait raja baru di Keraton Solo.
"(Pemasangan baliho itu sebagai bentuk pengumuman ke masyarakat Solo?) Lha monggo dimaknai seperti apa. Bisa begitu, bisa ke dalam (ke internal Keraton), bisa ke pemerintah. Luas pengertiannya. Karena nek (kalau) Keraton iku kondone (katanya) lahir batin gitu ya," kata Eddy saat dihubungi awak media, Senin (1/6).
Eddy mengatakan pemasangan baliho Raja Keraton Solo itu dilakukan bersamaan dengan Hari Lahir Pancasila. Menurut dia, hal itu memiliki makna yang sama.
"Jadi kan kita ini garisnya itu sebenarnya adalah meneguhkan satu sisi adat dan tradisi budaya, sisi lain pada saat kita juga bersama-sama mendirikan negara dan bangsa ini, juga harus konsisten dengan apa yang sudah kita bersama-sama mendirikan bangsa. Ini kan kebangsaan kita toh, Pancasila itu kan gitu," ucapnya.
Eddy mengaku siap pasang badan dari sisi hukum maupun dari sisi adat setelah pemasangan baliho bergambar dan bertuliskan SISKS Paku Buwono XIV Raja Keraton Surakarta.
"Nah, oleh karena itu, saya hanya ingin mengatakan saya bertanggung jawab penuh dari sisi hukum bahwa apa yang kita lakukan ini adalah berpegang teguh pada ketentuan adat dan ketentuan hukum nasional, gitu. Seperti itu. Karena saya, ya di situlah kapasitas tugas dan kewenangan saya, gitu," kata dia.
