Seorang anak buah kapal (ABK) warga Dukuh Ringinanom, Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, Klaten hilang di perairan Sampang, Jawa Timur. Pelaut bernama Sri Saptono (39) itu sudah sepekan belum ditemukan oleh tim SAR.
Kepala Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, Sri Lestari menjelaskan korban dinyatakan hilang Selasa (26/5). Pada hari Rabu (27/5), keluarga di Klaten mendapatkan informasi langsung ke Gresik.
"Rabunya keluarga ke Gresik (Jawa Timur), Kamis (28/5) Tim SAR mulai melakukan pencarian. Hari Minggu (31/5) kemarin juga ada keluarga yang ke sana lagi," terang Sri Lestari kepada detikJateng, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Sri Lestari, sampai hari ini belum ada kabar yang bersangkutan ditemukan. Keluarga yang ke Jawa Timur juga sudah pulang.
"Kemarin hari Selasa (2/6) keluarga sudah pulang. Keterangan keluarga yang bersangkutan bekerja di kapal barang mengangkut karet," kata Sri Lestari.
Yang bersangkutan, sebut Sri Lestari, sudah bekerja sebagai ABK sekitar 11 tahun. Warganya tersebut sudah berkeluarga dengan satu anak.
"Sudah berkeluarga punya satu anak kelas 2 SD. Ini Pemdes belum menerima surat pemberitahuan apapun, termasuk dari PT," imbuhnya.
Camat Karangnongko, Erni Kusumawati, mengonfirmasi ada kejadian tersebut dari laporan Pemdes. Kejadiannya sudah sepekan yang lalu.
"Sudah seminggu yang lalu. Kita akan koordinasi dengan keluarga dulu dan mungkin nanti dengan Disnaker," jelas Erni kepada detikJateng.
Dikutip dari laman surabaya.basarnas.go.id, kantor SAR Kelas A Surabaya bersama tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian Sri Sapto, seorang anak buah kapal (ABK) MT Kusuma I yang dilaporkan hilang di perairan laut utara Kabupaten Sampang.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 19.20 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil pemeriksaan awal, Sri Sapto diduga jatuh ke laut dari sisi gang way sebelah kiri kapal saat MT Kusuma 1 melintas di perairan utara Sampang. Lokasi kejadian berada di koordinat 06β° 34,839Β° LS dan 113β° 10,066Β° BT.
Mengetahui adanya kru yang hilang, nakhoda kapal segera mengaktifkan prosedur man overboard sesuai panduan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) perusahaan. Upaya pencarian awal dilakukan oleh awak kapal sebelum akhirnya dilaporkan kepada instansi terkait.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SMC dalam operasi SAR ini mengatakan, KN SAR 249 Permadi diberangkatkan dari Dermaga Navigasi Tanjung Perak pada pukul 07.00 WIB dengan membawa satu tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya.
"KN SAR 249 Permadi bergerak menuju lokasi pencarian dengan kecepatan sekitar 14 knot dan menempuh jarak kurang lebih 55,8 mil laut. Setibanya di area pencarian sekitar pukul 10.00 WIB, tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya langsung melakukan penyisiran di area seluas 235 mil laut persegi," ujar Nanang.
KN SAR 249 Permadi melakukan broadcast dengan kapal-kapal yang ada di sekitar area pencarian, seperti dengan Kapal Marine Hawk 2. Pemapelan informasi ini bertujuan agar mereka memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang sedang dicari.
Selain upaya pencarian di laut, Kantor SAR Kelas A Surabaya juga mengerahkan tim Pos SAR Sumenep untuk melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai Kabupaten Sampang. SRU darat turut berkoordinasi dengan instansi terkait dan nelayan sekitar guna menyebarluaskan informasi hilangnya korban sekaligus memperluas pengamatan di wilayah pesisir.
Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan, antara lain KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, VTS Surabaya, UPP Kelas III Telaga Biru, serta nelayan setempat.
(apu/apu)
