Bangkai Ayam di TKP Aminah Tewas Usai Santap Sate Kiriman Dicek Lab

Bangkai Ayam di TKP Aminah Tewas Usai Santap Sate Kiriman Dicek Lab

Jarmaji - detikJateng
Senin, 01 Jun 2026 15:17 WIB
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra di Mapolda Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (6/2/2026).
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra di Mapolda Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Jumat (6/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Boyolali -

Polres Boyolali masih menunggu hasil autopsi kematian wanita bernama Aminah (57), warga Sindon, Ngemplak, Boyolali. Terkait kemungkinan korban keracunan setelah makan sate kiriman misterius, hal itu masih sebatas dugaan.

"Hasil autopsi saat ini masih proses pemeriksaan di Dokpol (Polda Jateng) masih berjalan. Kami belum menerima hasil resmi mengenai penyebab kematian, termasuk ada atau tidaknya indikasi tanda-tanda kekerasan maupun keracunan," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, kepada wartawan Senin (1/6/2026).

Polres Boyolali bersama Biddokkes Polda Jateng melakukan ekshumasi makam almarhum Aminah di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5). Pembongkaran makam untuk dilakukan autopsi itu menindaklanjuti laporan anak korban yang mencurigai kematian ibunya tersebut tak wajar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi juga tengah mengecek bangkai ayam yang dilaporkan mati usai memakan sate seperti yang dimakan Aminah. Saat ini bangkai ayam tersebut tengah diperiksa di laboratorium.

"Iya, (barang bukti bangkai ayam mati) itu pun salah satu yang kemarin diserahkan ke kita (Polres Boyolali), Itu pun masih dalam proses pemeriksaan bangkai ayamnya. Karena kita juga tidak tahu, bisa saja ayam itu sudah makan di mana, kemudian makan itu. Kan kita indikasinya sangat banyak, namanya ayam liar makannya apa saja. Kecuali ayam itu ditaruh dalam satu kandang, kemudian dikasih makan itu, ya kemungkinan besar penyebabnya itu. Kalau ini kan kemungkinanya banyak sekali," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Kami mengimbau untuk tidak berspekulasi, karena ayam yang dibiarkan liar bisa saja mati akibat mengkonsumsi hal lain di luar lingkungan tersebut," imbuhnya.

Kapolres menyampaikan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Boyolali. Sejumlah saksi telah diperiksa, khususnya dari pihak internal keluarga dan tetangga. Anak almarhumah menjadi saksi kunci karena orang pertama yang menemukan jenazah di dalam rumah.

Terkait kabar yang beredar bahwa korban meninggal setelah mengkonsumsi sate yang dikirim orang tak dikenal lewat ojek online, Kapolres menegaskan hal itu masih sebatas dugaan.

"Terkait informasi yang beredar di penasihat hukumnya bahwa korban meninggal setelah mengkonsumsi sate yang dikirim oleh orang tidak dikenal melalui jasa ojek online, bahwa hal tersebut masih sebatas dugaan," tegasnya.

Menurut Kapolres, ada kendala di lapangan karena peristiwa sudah berlalu satu minggu sebelum dilaporkan. Sehingga rumah sudah dibersihkan keluarga.

Kapolres menyatakan, Polres Boyolali akan mengikuti SOP yang berlaku serta menunggu hasil resmi autopsi Biddokkes Polda Jateng untuk memastikan penyebab utama kematian korban.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa almarhumah Aminah (57) ditemukan meninggal di rumahnya di Sindon, Ngemplak, Boyolali pada 19 Mei 2026. Karena tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan, keluarga langsung memakamkan jenazah sesuai kaidah agama. Korban tinggal di rumah sendirian, sedangkan anak-anaknya berdomisili di daerah lain.

Satu minggu kemudian, yakni pada 25 Mei 2026, pihak keluarga melapor ke Polres Boyolali. Karena merasa ada kejanggalan penyebab kematian ibunya tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Polres Boyolali melakukan ekshumasi terhadap makam seorang warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Pembongkaran makam Aminah (57) itu untuk dilakukan autopsi, karena dicurigai kematiannya tak wajar. Disebut, korban meninggal dunia diduga keracunan.

Kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, menjelaskan pihaknya curiga Aminah meninggal tak wajar karena sate tersebut dikirim orang misterius. Pengirim menggunakan nama salah satu anak korban.

Namun anak korban itu mengaku tak mengirim makanan tersebut. Anak korban bernama Luriyanti itu bahkan sempat meminta ibunya tak memakan sate tersebut.

"Hal itu diketahui sebelum Aminah makan sate, lebih dahulu menghubungi Luriyanti. Lantaran awalnya tidak tahu yang mengirim sate ayam tersebut siapa, Luriyanti sempat meminta kepada ibunya agar tidak memakan sate ayam kiriman orang yang semula tidak dikenal," jelasnya kepada wartawan, Minggu (31/6).

Sejumlah saksi juga mengatakan jika ada lima ekor ayam yang mati usai memakan sate kiriman itu. Karena itu, dia meminta polisi menyelidiki kasus ini.

"Dari keterangan saksi, ada 5 ayam yang mati setelah makan sisa sate itu," ujar Wiwik.

"Ini sudah ranahnya pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian korban, apakah sengaja dibunuh atau disebabkan karena keracunan," lanjutnya.




(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads