Permukiman warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, masih terendam banjir. Banjir ini sudah berlangsung dua hari dan belum juga surut. Sebagian warga mulai mengeluhkan pusing dan gatal.
Pantauan detikJateng di lokasi per pukul 12.00 WIB, genangan banjir masih merendam ratusan rumah. Ketinggian banjir sekitar 20-50 sentimeter. Tidak sedikit pula rumah warga yang kemasukan banjir.
Bidan Desa Ketitang Wetan, Endang Susilowati pun terjun langsung untuk membantu warga yang mengeluh sakit. Endang rela menerjang banjir menuju rumah-rumah warga. Ia menyasar rumah lansia yang bertahan di rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa lansia yang mengeluh sakit pusing dan gatal-gatal. Endang kemudian mengecek kesehatan mereka dan memberikan obat secara gratis.
"Pagi tadi kita melakukan kunjungan door to door pada warga yang terdampak banjir," kata Endang ditemui di lokasi, Selasa (26/5/2026).
Petugas kesehatan terjang banjir demi obati warga Desa Ketitang Wetan, Pati, Selasa (26/5/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Endang mengatakan, banjir sudah berlangsung 2 hari ini. Warga yang lansia mengeluh mengalami pusing dan gatal-gatal.
"Ini banjir dua hari ini, keluhan gatal-gatal, pusing seperti itu. Dapat obat gratis," jelasnya.
Endang bersama tim kesehatan juga membuka posko di rumah Kepala Desa Ketitang Wetan. Ia berjaga dari pagi sampai siang. Menurutnya sudah ada sejumlah warga yang periksa ke posko kesehatan karena mengalami gatal-gatal dan pusing.
"Posko saat ini berada di rumah Kepala Desa Ketitang Wetan. Dari pagi sampai siang kami standby," terang dia.
Salah satu warga, Mbah Sarmi, mengatakan sudah 2 hari ini banjir merendam rumahnya.
Petugas kesehatan terjang banjir demi obati warga Desa Ketitang Wetan, Pati, Selasa (26/5/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Pusing sama gatal-gatal, syukur tadi ada bu bidan ke sini," kata dia.
Warga lainnya adalah Anisa. Ia juga merasa pusing setelah banjir 2 hari belum surut.
"Alhamdulillah sudah ada yang ke sini, 2 hari ini banjir belum surut, pusing sama mual," ujar dia.
Terpisah Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan untuk di Desa Ketitang Wetan ada sebanyak 538 rumah yang terdampak banjir. Terdiri dari 550 KK dengan jumlah 1.050 jiwa.
"Sedangkan kategori terendam sebanyak 150 rumah terdiri dari 162 KK dengan jumlah 354 jiwa," jelas dia.
Martinus mengatakan selain itu ada 25 hektare sawah kebanjiran. Jalan permukiman warga ada yang kebanjiran mencapai 80 sentimeter.
"Untuk warga yang mengungsi masih nihil," ujarnya.
(dil/apl)


