Ratusan rumah di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, kembali kebanjiran imbas hujan deras semalam. Banjir ini imbas dari curah hujan yang tinggi dan jebolnya tanggul Sungai Widodaren.
Pantauan di lokasi pagi ini, banjir merendam jalan dan permukiman warga Desa Ketitang Wetan. Kedalaman banjir di jalan desa berkisar 20 sentimeter. Sementara di permukiman, terutama di dekat lokasi titik tanggul jebol, ketinggian banjir mencapai 1 meter.
Salah satu warga, Mail (36), mengatakan banjir ini yang kedua kali dalam tiga hari belakangan ini. Banjir sempat melanda permukiman warga pada Sabtu lalu karena tanggul Sungai Widodaren jebol. Tanggul itu belum sempat diperbaiki, lalu hujan deras datang lagi semalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir di Desa Ketitang Wetan ini yang kedua. Setelah kemarin sempat surut, ini datang lagi. Kemarin Sabtu malam cukup tinggi, sempat surut. Belum satu hari surut, tadi malam hujan lagi dan pagi ini banjir lagi," kata Mail kepada wartawan di lokasi, Senin (25/5/2026).
Banjir di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Pati, Senin (25/7/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Mail mengatakan banjir kedua ini lebih besar dibandingkan pada Sabtu lalu. Kini hampir semua rumah warga terendam banjir.
"Lebih tinggi dan besar daripada kemarin. Ini kedalaman banjir mencapai 10 sentimeter sampai dengan 1 meter juga," ujar dia.
Kepala Desa Ketitang Wetan, Ali Muntoha, mengatakan tingginya curah hujan beberapa hari ini menyebabkan tanggul Sungai Widodaren jebol. Kondisi ini menyebabkan banjir menerjang permukiman warga.
"Penyebab utama karena curah hujan yang tinggi selama dua malam, dan air kiriman dari Jaken, mengakibatkan tanggul Sungai Widodaren jebol," kata Ali di lokasi.
"Ada sebanyak 400 rumah yang kebanjiran," imbuhnya.
Ali berharap pemerintah segera menangani bencana banjir ini dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai.
"Setiap ada hujan pasti banjir. Saya minta pemerintah berwenang mempercepat penanganan tanggul dan normalisasi sungai-sungai yang ada," ucap dia.
Terpisah, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Pati, Suntoro mengatakan saat ini ada tujuh desa yang kebanjiran. Meliputi Desa Ngurensiti, Sukoharjo, Jontro, Kecamatan Wedarijaksa. Lalu Desa Raci, Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan. Serta Desa Tanjung Anom dan Paras, Kecamatan Gabus.
"Kami sedang melakukan pendataan, pagi ini baru masuk 7 desa, tapi rinciannya belum ada," jelasnya.
(dil/apu)

