Lintasan lari atletik atau jogging track di GOR Tri Lomba Juang (TLJ) Kota Semarang mengalami kerusakan pada sejumlah titik. Warga yang menggunakan trek tersebut mengeluh dan ingin segera ada perbaikan.
Pantauan detikJateng di lokasi pada Minggu (24/5/2026) pukul 15.30 WIB, belum terlalu banyak masyarakat yang beraktivitas di dalam TLJ. Terlihat sejumlah titik mengalami kerusakan dengan kondisi yang berbeda-beda.
Titik terparah kerusakan berada di lintasan lari sisi selatan. Terlihat pada jalur 4, 5, dan 6, karpet trek sudah sobek cukup luas. Sebuah cone dipasang sebagai penanda agar pelari tidak melewati jalur tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara kerusakan lain tersebar merata pada di sisi timur, barat, dan utara. Terdapat karpet yang bergelombang, sobek, dan berlubang.
Salah satu warga, Fajar (25), mengaku terkejut dengan kondisi lintasan tersebut setelah lama tidak menyambangi TLJ. Namun menurutnya, sebelum trek itu rusak, air sudah kerap menggenang usai hujan deras.
"Saya sudah lama nggak jogging di sini, ini pertama kalinya setelah 1-2 tahun lalu. Kaget, perubahannya drastis, sekarang rusak di ujung situ sama sana," kata Fajar sambil menunjuk titik yang rusak.
"Tapi dulu itu saya ingat, waktu masih belum rusak, di sini juga kalau hujan itu airnya menggenang lama. Jadi ya aktivitas lari terganggu juga karena genangan air itu," tambahnya.
Sebagai pelari rekreasional, Fajar merasa cukup terganggu dengan kondisi ini. Ia menginginkan karpet pada trek lari di TLJ diganti secara menyeluruh.
"Saya ini kan jogging, jadi ya cukup terganggu. Tapi mungkin untuk para atlet, pelari akan lebih terganggu lagi ya dengan kondisi trek yang seperti ini," ucap Fajar.
"Pengennya ini nanti nggak cuma ditambal-tambal. Kalau bisa diperbaikinya ya dibongkar total, diganti yang baru. Biar semuanya lebih nyaman," lanjutnya.
Seorang pelari muda, Daniel Putra (15), juga merasa terganggu dengan kondisi tersebut. Menurutnya, trek lari di TLJ masih baru-baru ini mengalami kerusakan separah sekarang.
"Saya lari di sini 3-4 kali seminggu, terganggu lah keadaannya seperti ini. Ini rusak ya baru kemarin-kemarin, pas hujan terus itu," tutur Daniel sembari mengikat tali sepatu larinya.
"Susah ini kalau buat pace kecil atau interval, harus pindah-pindah jalur. Kalau pun nggak sobek, jalurnya bergelombang," sambungnya.
Daniel juga berharap ada perbaikan dari pihak terkait. Ia hanya ingin berlari dengan nyaman.
"Ini kan bahaya juga, bisa bikin terjatuh. Kalau bisa ya segera diperbaiki, saya cuma ingin larinya enak, nyaman, itu aja sih," harap Daniel.
Respons Pemkot
Terpisah, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyebut dirinya telah menginstruksikan Dinas Penataan Ruang (Distaru) untuk melakukan pekerjaan rehabilitasi GOR TLJ. Menurutnya, pekerjaan tersebut telah diusulkan pada tahun 2025 dan akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.
"Rehabilitasi GOR Tri Lomba Juang ini sudah kami usulkan sejak 2025, sehingga menggunakan APBD 2026 dan akan dikerjakan pertengahan tahun ini," kata Agustina dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Minggu (24/5).
Agustina mengatakan rehabilitasi yang dilakukan meliputi perbaikan lintasan lari atletik, lapangan tenis, bangunan ruko dan sarana prasarana yang ada di dalam GOR TLJ.
"Jadi tidak hanya lintasan lari atletik saja yang memang sudah ada kerusakan di beberapa titik ya, jadi semua fasilitas kita lakukan rehabilitasi secara menyeluruh," urai Agustina.
Lebih lanjut, Kepala Distaru Kota Semarang, Ferry Kuntoaji menjelaskan, perbaikan lintasan lari atletik akan dilakukan pada titik-titik kerusakan yang ada dengan material yang sama dengan material yang ada saat ini di TLj.
"Lintasan lari atletik ini kita perbaiki sesuai yang mengalami kerusakan dan material kita gunakan sesuai dengan yang sebelumnya karena itu sudah sesuai standar World Athletics Certification System," ujar Ferry.
Ferry memaparkan bahwa urutan metode pengerjaan yang akan dilakukan dimulai dengan persiapan dan marking area lintasan yang rusak, pembongkaran komponen dan struktur landasan lintasan yang rusak, pemasangan lapisan sintetis atletik mulai dari lapisan primer, bawah, tengah, dan lapisan atas.
Setelahnya, dilakukan pembuatan garis lintasan atletik dengan bahan pitlinea. Sementara untuk pengerjaan pada lapangan tenis, akan dilakukan pengecatan dasar atau base layer untuk memperbaiki retak rambut, pengecatan dengan bahan softbase WS, pengecatan lapisan tekstur dan top bahan supersoft WS, serta membuat garis permainan ukuran standar dengan bahan pitlinea.
"Kami juga lakukan perbaikan atas kerusakan lain pada bangunan ruko dan sarana prasarana yang ada," kata Ferry.
Rehabilitasi GOR TLJ bakal menggunakan anggaran 2026 dari Distaru. Sedangkan untuk pengelolaan dan pemeliharaan berada pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang.
"Perbaikan rehabilitasi ini anggarannya ada di kami (Distaru), tapi untuk pengelolaan dan pemeliharaan ada di Dispora," tutur Ferry.
Meski belum merinci tanggal pasti perbaikan, Ferry mengungkapkan bahwa selama masa rehabilitasi, GOR TLJ termasuk lintasan lari atletik akan ditutup untuk sementara.
"Kami memohon maaf apabila mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Semarang dan mohon untuk dapat bersabar menunggu proses perbaikan GOR selesai. Kami mohon dukungan untuk kelancaran pelaksanaan seluruh rangkaian pekerjaan," pungkas Ferry.
