Viral Balon Udara Nyangkut Rumah Warga Banyurip Pekalongan

Viral Balon Udara Nyangkut Rumah Warga Banyurip Pekalongan

Robby Bernardi - detikJateng
Jumat, 22 Mei 2026 17:34 WIB
Tangkapan layar anak-anak mengerumuni balon udara yang jatuh di permukiman warga di Banyurip, Kota Pekalongan, Jumat (22/5/2026).
Tangkapan layar anak-anak mengerumuni balon udara yang jatuh di permukiman warga di Banyurip, Kota Pekalongan, Jumat (22/5/2026). Foto: dok. Instagram/@pekalonganinfo
Pekalongan -

Balon udara berukuran besar viral jatuh hingga tersangkut di permukiman warga di Pekalongan. Belum diketahui asal usul balon tersebut.

Momen tersangkutnya balon udara itu viral usai diunggah di akun Instagram @pekalonganinfo. Disebutkan, balon raksasa itu turun di kawasan Banyurip Alit, Jumat (22/5) pagi.

Dalam video yang beredar, balon itu tersangkut di kabel listrik dan rumah warga. Anak-anak mengerubungi balon yang turun itu, dan sempat mendapat peringatan dari warga sekitar karena ada percikan api yang diakibatkan dari kabel listrik itu,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dimintai konfirmasi, Lurah Banyurip, M Rusman Aji, membenarkan video yang viral terjadi di wilayahnya. Ia mengungkap, balon itu turun pada Jumat sekitar pukul 08.30 WIB.

ADVERTISEMENT

"Betul ada kejadian itu, setelah tadi saya konfirmasi ke rumah lokasi warga," ungkapnya kepada detikJateng, Jumat (22/5/2026) sore.

Dari hasil cek lokasi bersama Babinkamtibmas Polsek Pekalongan Selatan, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah yang berarti.

"Anak-anak yang ada di video bukan anak Banyurip. Dan korban tidak ada luka yang berarti," katanya.

Rusman melanjutkan begitu balon berhasil diturunkan, anak-anak yang berkerumun lantas segera merebutnya dan membawanya pergi.

"Menurut yang punya rumah balon sudah disobek-sobek oleh anak-anak dan kemudian dibawa pergi," jelas M Rusman Aji.

Ia memastikan balon yang tersangkut itu bukan dari wilayahnya. Pasalnya, kawasan Banyurip tidak ada tempat luas.

"Menurut pemantauan saya sepertinya di Banyurip sudah tidak ada yang menerbangkan balon udara. Karena sudah tidak ada lahannnya lagi," jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Aries Tri Hartanto, mengungkapkan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan pemilik rumah.

"Untuk sementara ini, belum ada laporan kerugian ataupun adanya korbannya," ungkap Aries Tri Hartanto.

Namun dipastikan Aries, balon udara itu bukan berasal dari Banyurip.

"Belum diketahui asal muasalnya. Di Banyurip sendiri tidak ada lahan luas yang harus diperlukan untuk mengudarakan sebuah balon," ucapnya.

Sedianya, pihaknya sendiri setiap pagi, lebih-lebih saat hari libur sekolah, yakni pada hari Jumat dan Minggu, telah melakukan patroli wilayah sebagai antisipasi adanya pelepasan balon udara liar.

"Kami setiap pagi melakukan patroli. Balon ini muncul hari Jumat atau Minggu saat anak-anak sekolah libur," kata Aries.

Seperti yang terjadi pada hari Minggu (17/5), jajaran kepolisian langsung bisa mengidentifikasi siapa yang mengudarakan balon udara hingga merusak rumah warga di Medono, Kecamatan Pekalongan Barat.

Pelaku berhasil diidentifikasi oleh petugas Bhabinkamtibmas dan para orang tuanya telah dipanggil.

"Yang dari Kuripan itu yang mengakibatkan rumah warga rusak, langsung teridentifikasi. Anak-anak dikumpulkan. Orang tua semua dipanggil untuk bermusyawarah dengan pemilik rumah yang rusak akibat balon liar," kata Aries.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyayangkan adanya fenomena balon liar yang terjadi di hari Minggu dan Jumat tersebut.

Menurutnya, penerbangan balon udara liar tersebut sudah keluar dari koridor tradisi Syawalan dan harus ditindak secara hukum karena membahayakan masyarakat.

Achmad Afzan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berkoordinasi dengan camat, lurah, komunitas balon udara, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas untuk menekan maraknya penerbangan balon liar.

"Penindakan hukum harus dilakukan karena ini sudah di luar tradisi Syawalan dan sudah menimbulkan korban rumah warga. Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang," kata Afzan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menghamburkan uang untuk membuat balon udara liar, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.

"Seperti kemarin ada informasi untuk balon menghabiskan Rp 8,4 juta. Lebih baik dana itu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat," jelasnya.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads