Jemaah calon haji Embarkasi Solo yang wafat di Arab Saudi bertambah lagi. Jemaah asal Kabupaten Pati, Utsman Salamin (75) wafat dalam perawatan di rumah sakit Arab Saudi karena mengalami sesak nafas. Total jemaah yang meninggal hingga saat ini ada 6 orang.
"Hingga akhir keberangkatan (jemaah ke Arab Saudi), yang meninggal sudah 6 orang," kata Ketua PPIH Embarkasi Solo Fitriyanto di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Kamis (21/5/2026).
Fitriyanto mengatakan, jemaah yang wafat, Utsman Salamin (75) tergabung dalam Kloter 50 dari Kabupaten Pati. Almarhum meninggal dunia di rumah sakit di Makkah, Arab Saudi. Jenazah almarhum dimakamkan di makam Saraya, Makkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jemaah (Utsman Salamin) ini meninggal dunia pada Senin, 18 Mei 2026. Ini (sakit) sesak nafas. Sudah dibawa ke rumah sakit, tapi qodarullah tidak tertolong," jelasnya.
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (21/5/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng |
Fitriyanto mengatakan, bagi jemaah yang meninggal dunia sebelum puncak haji, nanti akan dibadalhajikan oleh petugas haji. Kemudian pihak keluarga atau ahli warisnya akan mendapatkan asuransi sebesar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah tersebut.
"Bagi jemaah yang meninggal sebelum puncak Arafah ini, nanti Insyaallah akan dibadal hajikan oleh petugas haji dan nanti keluarganya, ahli warisnya akan mendapatkan asuransi sebesar biaya perjalanan badaji atau Bipih yang telah dibayar oleh jemaah tersebut," jelasnya.
Hingga hari ini jemaah calon haji Embarkasi Solo yang meninggal dunia berjumlah 6 orang. Terdiri, 5 jemaah wafat di Arab Saudi dengan rincian 3 di Madinah dan 2 di Makkah.
Sedangkan satu jemaah meninggal dunia di Tanah Air, yaitu di rumah sakit di Medan, Sumatera Utara. Jemaah asal Blora itu diturunkan di bandara Kualanamu (KNO) Deli Serdang, karena kondisi kesehatannya menurun saat dalam perjalanan menuju Arab Saudi.
"Enam (yang wafat) ini bagi kami juga di saat keberangkatan juga sudah angka yang besar. Tapi dibandingkan tahun-tahun kemarin itu sudah sangat rendah sekali," imbuh Fitriyanto.
"Sehingga kami apresiasi teman-teman dari Dinas Kesehatan, dari Kabupaten maupun Provinsi, dari BKK (Balai Kekarantinaan Kesehatan), kemudian teman-teman dari PPIH Embarkasi lainnya yang telah bahu-membahu, bekerja keras mendampingi jemaah haji kita, sehingga angka kematian (jemaah haji Embarkasi Solo) di akhir keberangkatan ini semakin kecil," sambungnya.
Pihaknya berharap, jemaah di Arab Saudi juga bisa terus menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan, pola istirahat, dengan minum yang banyak. Sehingga jemaah bisa tetap dalam kondisi fit dan prima menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.
Karena saat puncak haji tersebut membutuhkan banyak tenaga, energi yang besar. Sehingga jemaah harus banyak menyimpan tenaga untuk persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.
(dil/afn)

