Viral Eks Mahasiswi UIN Solo Ngaku Dilecehkan Dosen

Viral Eks Mahasiswi UIN Solo Ngaku Dilecehkan Dosen

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 19 Mei 2026 15:54 WIB
A young woman protects herself by hand
ilustrasi pelecehan seksual. Foto: iStock
Sukoharjo -

Seorang eks mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo mengaku menjadi korban pelecehan oleh dosen pembimbing. Kasus ini jadi viral di media sosial. Rektor UIN Solo pun buka suara

Kasus ini jadi viral di media sosial Instagram, setelah diunggah oleh akun @uinsolostory. Dalam postingannya memperlihatkan tangkapan layar yang diduga berisi chat oknum dosen tersebut terhadap korban.

"Bukti sudah ada, korban juga banyak, tapi pelaku bebas melenggang gitu aja? Mana sikap @uin.surakarta sebagai institusi yg berkomitmen menyediakan ruang aman di dunia pendidikan.!" tulis dalam caption postingan akun Instagram @uinsolostory, seperti yang dilihat detikJateng, Selasa (9/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini mencuat ketika ada salah satu mahasiswi yang berani bersuara. Mahasiswi yang sebut saja namanya Bunga itu mengaku mendapatkan perlakuan pelecehan tersebut dari dosen berinisial F.

Dia menceritakan, F merupakan mutasi dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Di FEBI, F bertemu dengan korban.

ADVERTISEMENT

"Saya tidak pernah diajar beliau, saya sempat tanya ke teman-teman dosen ini siapa. Ternyata dosen mutasi FUD ke FEBI. Katanya beliau dimutasi karena pas kuliahnya ekonomi, ternyata pas kasus ini mencuat ternyata dimutasi karena kasus yang sama," kata Bunga saat dihubungi awak media, Selasa (19/5/2026).

Saat seminar proposal, Bunga mengatakan dirinya hanya berdua saja dengan F. Sebab, dosen pembimbing dan penguji yang lain berhalangan hadir. Waktu itu belum terjadi apa-apa, hingga akhirnya keduanya saling menyimpan nomor telepon.

Keanehan mulai muncul saat F sering membalas status WhatsApp (WA) Bunga. Hal itu membuat dia merasa tidak nyaman.

"Dari situ beliau mulai kayak bales status saya. Kayak berupa foto, terus sering juga bagi dong foto yang ini. Kok foto yang ini kok belum dikasih. Itu chatnya menurutku dan teman-teman UIN lainnya tidak wajar," ucapnya.

Pada tahun 2024, Bunga menjalani sidang akhir. Dia menceritakan, saat itu dia hanya di ruangan bersama F karena dosen yang lain berhalangan hadir, dan meminta diganti hari yang lain.

"Beliau megang tangan waktu itu. Maksudku kita lagi sidang, kok bisa sih pegang-pegang tangan. Jangan karena di ruangan cuma berdua saja, beliau bisa seenaknya saja," ujarnya.

Setelah lulus, Bunga baru berani bersuara. Menurut dia, banyak mahasiswi lain yang juga mengalami hal serupa. Bunga kemudian melaporkan hal itu ke Senat Mahasiswa dan BEM, dan kasusnya diambil oleh Rektorat.

Dia mengatakan, ada sekitar 10 mahasiswi yang mengadu ke pihaknya terkait ulah dosen F. Bahkan ketika Bunga sudah lulus, F masih sering mengirim pesan WA seperti memanggil 'sayang' dan bujuk rayu lainnya.

"Bahkan ada lho anak bimbingannya yang 3 bulan ini tidak melakukan bimbingan karena takut," ucapnya.

Dia menyesalkan F hanya diberikan sanksi teguran dari pihak kampus. Sebab, menurut dia, aksi itu sudah beberapa kali dilakukan.

"Laporan dari Fakultas lalu diambil alih pihak Rektorat, kita mikirnya oh yang lebih atas lagi. Ternyata sanksinya hanya teguran saja. Itu kan sudah diambil alih Rektorat, kenapa masih berupa teguran, dan beliau masih mengajar sampai saat ini," kata dia.

Respons Kampus

Dihubungi terpisah, Rektor UIN Raden Mas Said, Prof Toto Suharto mengatakan pihak kampus sudah memberikan peringatan terhadap dosen tersebut.

"Ketua Satgas kemudian memberikan peringatan dengan keras dan tegas, dan meminta pelaku agar meminta maaf pada korban secara langsung, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi pada siapapun," kata Toto.

Pihak kampus juga memberikan siaran pers terkait peristiwa itu. Berikut isinya.

Press Release!

Merespons pemberitaan yang beredar di media sosial terkait laporan kekerasan seksual yang melibatkan salah satu tenaga pendidik di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta, Satgas PPKS menyampaikan bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini sedang dalam proses penanganan.

Satgas PPKS telah melakukan langkah awal berupa pemanggilan terhadap terduga pelaku, pengumpulan keterangan, koordinasi dengan pihak terkait, serta pendampingan bagi korban. Pimpinan universitas juga telah memberikan perhatian dan arahan langsung agar penanganan kasus berjalan secara serius, adil, dan sesuai prosedur.

Dalam proses ini, perlindungan dan pendampingan terhadap korban menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi maupun identitas yang dapat berdampak pada kondisi korban dan jalannya proses penanganan.

Kami memahami perhatian publik terhadap kasus ini dan berkomitmen untuk menangani laporan secara transparan serta bertanggung jawab. Informasi perkembangan penanganan akan disampaikan melalui kanal resmi Satgas PPKS UIN Raden Mas Said Surakarta.

Satgas PPKS UIN Raden Mas Said Surakarta

Halaman 3 dari 2
(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads