Sapi Baru Dibeli Nyemplung Bak Air 4 Meter di Klaten, Begini Cara Evakuasinya

Sapi Baru Dibeli Nyemplung Bak Air 4 Meter di Klaten, Begini Cara Evakuasinya

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 19 Mei 2026 15:39 WIB
Proses evakuasi sapi yang tercebur sumur di Temuireng, Jatinom, Klaten, Selasa (19/5/2026).
Proses evakuasi sapi yang tercebur sumur di Temuireng, Jatinom, Klaten, Selasa (19/5/2026). Foto: dok. Damkar Klaten
Klaten -

Seekor sapi milik warga Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom, Klaten, tercebur ke bak penampungan air. Pemadam Kebakaran (damkar) Klaten menggelontorkan air hingga 12 ribu liter untuk mengevakuasi sapinya.

"Tadi yang kita masukkan ke bak penampungan air itu sekitar 12 ribu liter. Sapi akhirnya bisa mengapung setelah itu kita angkat bersama warga," jelas Komandan Regu 3 Damkar Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Tri Hatmoko, kepada wartawan usai evakuasi, Selasa (19/5/2026) siang.

Diterangkan Tri Hatmoko, evakuasi sapi tersebut bermula dari laporan warga sekitar pukul 08.00 WIB. Warga melaporkan ada sapi tercebur ke penampungan air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada seekor sapi dilaporkan masuk ke penampungan air. Kita langsung ke lokasi dengan satu unit mobil pemadam kebakaran," lanjut Tri Hatmoko.

Sesampainya di lokasi, sebut Tri, sapi di dalam bak penampungan air dengan kedalaman sekitar empat meter. Sapi tersebut menurut pemiliknya baru saja dibeli.

ADVERTISEMENT

"Menurut keterangan pemilik sapi itu baru saja dibeli. Sampai rumah diturunkan dari armada pengangkut tapi masih giras (beringas), sapi lari-lari dan masuk ke penampungan air," sambung Tri Hatmoko.

Proses evakuasi, ungkap Tri tidak ada kendala yang dihadapi hanya saat suplai air ke bak dan evakuasi dibantu warga. Evakuasi sekitar satu jam.

"Evakuasi sekitar satu jam. Menurut pemilik jenis sapi PO, baru dibeli untuk dipelihara," imbuhnya.

Adapun soal 12 ribu air yang digelontorkan ke bank, Tri menjawab supaya sapinya mengapung dan memudahkan evakuasi.

"Untuk pengangkatan sapi bak kita isi dengan air biar sapinya bisa mengapung terus bisa diangkat dibantu warga," kata Tri Hatmoko.

Pemilik sapi, Supriyanto (33) mengatakan awalnya sapi diturunkan dari mobil angkutan. Tapi begitu turun langsung lari.

"Turun dari mobil langsung lari ketakutan, terus masuk bak penampungan air. Ya kedalaman sekitar 4-5 meter," kata Supriyanto.

" Jenis sapi PO (Peranakan Ongole), tadi sampai kesulitan karena kedalaman 4-5 meter. Karena tidak mampu saya lapor Damkar," imbuhnya.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads