Anjing peliharaan Pastor Mahasiswa, Romo Fransiskus Kristino Mari Assisi (Romo Tino), hilang saat diajak ke Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (10/5) lalu. Romo Tino juga membuka sayembara bagi yang menemukan anjing bernama Miu-miu.
Pengurus Pastoral Mahasiswa Surakarta, Stefanus Dominico Farrell Tedjokoesno, mengatakan bahwa Miu hilang saat diajak ke CFD oleh Pastor Tino. Namun, saat berada di CFD, melintas rombongan drumband.
"Jadi pas drumband lewat, anjingnya yang namanya Miu itu panik gitu, kayak takut, panik, dan akhirnya lepas talinya. Padahal udah ditali sama Romo, udah dipasangin tali itu dan dipegang, tapi karena saking paniknya dia dan mungkin karena talinya kurang kencang, jadi dia kabur, melarikan diri dan sepersekian detik udah langsung ilang gitu," katanya saat dihubungi detikJateng, Rabu (13/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farrell mengatakan bahwa Miu sempat lari ke arah Hotel Novotel hingga tak terkejar oleh Romo Tino. Menurutnya, Romo Tino juga sudah mencari keberadaan Miu namun masih nihil.
"Dari situ Romo berusaha untuk mengejar tapi tidak kesampaian, tidak bisa kekejar gitu. Larinya ke arah Monumen Pers, jadi ke arah Novotel, ke arah Monumen Pers itu Kak, ke utara," ungkapnya.
Setelah tiga hari hilang, Farrell menyebut bahwa banyak yang menghubungi dirinya maupun Romo Tino soal keberadaan Miu. Sayangnya, keberadaan Miu sampai saat ini belum ditemukan.
"Sebenarnya banyak yang simpang siur ya, kami bersyukurnya banyak orang yang membantu, banyak orang yang nyari keberadaan Miu. Tapi sejauh ini untuk beberapa foto yang dikirim ke kami ataupun ada orang yang menemukan entah itu di Mojosongo atau di daerah mana pun itu, belum ada yang mendekati Miu dan belum, bukan Miu sebenarnya," terangnya.
Bahkan, ada beberapa juga yang memberikan info mengenai nasib Miu sudah di penjagalan. Dirinya sendiri belum bisa mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.
"Lalu ada juga yang bilang Miu udah sampai penjagalan atau Miu udah di mana, itu juga berita itu sampai ke kami tapi kami belum bisa mengonfirmasi apakah itu benar atau salah. Romo pun belum percaya gitu dengan berita itu," bebernya.
Lebih lanjut, Farrell mengatakan bahwa Miu memiliki ciri berbeda khusus seperti terdapat garis putih di kepalanya serta mempunyai mata yang berwarna biru. Untuk itu, dirinya yakin bahwa foto anjing yang dikirim bukanlah Miu.
"Ciri-ciri khusus itu mungkin di garis kepalanya sih Kak. Kalau Kakak lihat di fotonya, nanti mungkin bisa saya share fotonya, itu ada garis putih yang kayak cantik banget gitu modelnya di kepalanya. Dan matanya tuh juga warnanya cakep, warnanya biru gitu Kak kalau Kakak amati itu warnanya biru di kedua matanya itu, ciri-ciri khusus sebenarnya itu," jelasnya.
"Kenapa banyak foto yang dikirim ke kami tapi kami belum bisa mengonfirmasi itu Miu karena warnanya kan warna yang sangat umum kan untuk anjing-anjing ras itu kan warnanya kebanyakan seperti itu, golden brown seperti itulah. Jadi agak susah juga karena warnanya cukup umum untuk konteks anjing itu," lanjutnya.
Dirinya menyebut bahwa dari sayembara itu, Romo Tino bakal memberikan imbalan bagi yang menemukan yakni uang Rp 5 juta. Mengenai imbalan tersebut, Farrell meminta untuk menanyakan lebih lanjut kepada Romo Tino.
"Iya, ada Rp 5 juta itu. Tapi ya kembali lagi lebih baik Romo yang mengoordinasi, yang mengonfirmasi, karena itu kan soal uang juga kan, jadi bakal ada imbalan tapi untuk besarnya saya belum bisa mengonfirmasi lebih baik Romo sendiri," tegasnya.
Ditanya mengenai keberadaan Miu, Farrell menyebut bahwa sudah bersama Romo Tino sejak berusia 3 bulan hingga saat ini berusia 1 tahun.
"Masih setahun (umur Miu), masih kecil dia. Jadi ya kami eman-eman (sayang) sih sebenarnya karena masih kecil itu. Ikut Romo udah dari kecil, dari 3 bulan. Dari 3 bulan iya, jadi udah hampir setahun ini ikut Romo. Dan untuk diajak ke CFD sendiri baru kedua kalinya ini," ucapnya.
Ia mengaku bahwa saat ini masih berharap anjing jenis mix beagle itu bisa segera ditemukan dan dikembalikan ke pemiliknya.
"Sejauh ini, ya kami masih terus berharap sih sebenarnya. Masih pengen Miu itu kembali lagi ke kami, masih pengen kami dapat menemukan Miu. Makanya kami mengadakan sayembara yang terakhir ini supaya ya kalau ada yang jahat atau kalau ada yang sekarang sedang bersama Miu itu bisa mengembalikan ke kami gitu, bisa ada itikad baiknya gitu," pungkasnya.
(alg/apl)
