Seorang bocah laki-laki berinisial AF meninggal dunia usai tertimpa sebuah patung di Museum Ranggawarsita, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Korban sempat dirawat di rumah sakit tetapi akhirnya nyawanya tidak tertolong.
Kepala Museum Ranggawarsita, Agung Raharjo Wibowo Kusumo, menerangkan kejadian bermula saat korban yang merupakan bagian dari rombongan wisata yang menumpangi bus parkir di Museum Ranggawarsita, Senin (11/5). Setelah turun dari bus, kata Agung, AF lantas menuju ke sebuah patung yang terletak di pojok kawasan museum.
"Anak itu kan bagian dari rombongan wisata. Pada saat perjalanan menuju lokasi parkir kendaraan, anaknya itu melihat ada patung di ujung bagian halaman belakang dari museum," kata Agung saat dihubungi detikJateng, Rabu (13/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AF lalu bermain di patung yang ada di kawasan museum itu. Ia bergelantungan di patung yang terletak di pojok kawasan museum.
"Kemudian bermain di sana (patung). Terus kemudian kayak gandulan (bergelantungan) di sana di patungnya itu," terang Agung.
Kemudian, anak itu terjatuh dari patung. Lalu, patung menimpa tubuh AF.
"Terus terjatuh dari patungnya itu. Kemudian patungnya jatuh menimpa si anak tersebut," ujar Agung.
Petugas museum yang mengetahui kejadian itu langsung menghampiri AF yang sebelumnya telah ramai dikerumuni orang. Saat itu AF telah berada di pangkuan neneknya.
"Kemudian ditolong teman-teman yang ada di kantor. Pada saat teman-teman datang ada keramaian itu posisi anak itu sudah dipangku neneknya," kata Agung.
Saat itu, AF masih dalam kondisi sadar. Agung menyebut, korban mengalami luka di bagian pelipis.
"Pada saat jatuh itu posisinya masih sadar. Informasi dari teman-teman yang ada di lokasi itu luka di pelipis," sebutnya.
Korban selanjutnya dilarikan ke RS Columbia Asia untuk pemeriksaan lebih lanjut. Para petugas museum kembali usai mengantar korban ke rumah sakit.
"Kemudian diantar ke rumah sakit. Kemudian didaftarkan untuk periksa juga sampai dengan mendapatkan perawatan," jelas Agung.
Namun, pada Selasa (12/5) pagi, pihak museum mendapat kabar jika AF meninggal dunia. Korban meninggal dunia di rumah sakit.
"Kemudian besok paginya dapat informasi itu kalau si anak ini meninggal dunia," sebut Agung.
Agung menyebut korban merupakan siswa SD di Bergas, Kabupaten Semarang. Namun, saat itu rombongan ternyata tidak hendak mengunjungi museum, melainkan hanya memarkirkan bus.
"SD-nya itu Bergas. Bukan pengunjung museum, cuma masuk (parkir bus)," terangnya.
Dia menyebut, kondisi patung yang terjatuh hingga menimpa anak tersebut masih dalam kondisi bagus.
"Kondisi patungnya sih normal-normal aja, maksudnya baik-baik saja," ucapnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, membenarkan insiden tersebut. Usai tertimpa patung, korban sempat mengeluh sesak napas
"Njih Mas dari polsek mendatangi TKP. Korban masih sempat merangkak keluar dari patung yang terjatuh dan korban mengalami luka lecet di bagian muka. Namun korban mengeluh sesak napas," jelas Suprapto kepada detikJateng melalui pesan singkat.
Suprapto menerangkan, korban mengalami mengalami pendarahan di hati dan dioperasi. Namun, AF dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (12/5) pukul 07.50 WIB.
"Sekira pukul 12.00 WIB korban melaksanakan foto rontgen dan didapati hasil terjadi pendarahan di hati. Pada malam harinya korban mendapat penanganan operasi dari Rumah Sakit Columbia. Sekira pukul 07.50 WIB korban dinyatakan meninggal," pungkasnya.
