Jemaah calon haji Embarkasi Solo yang dipulangkan ke daerah asalnya karena alasan kesehatan dan tak layak terbang bertambah menjadi 57 orang. Mereka pun batal berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.
"Jemaah yang dipulangkan ke daerah asal, sampai hari ini berjumlah 57 jemaah," kata Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, Selasa (12/5/2026).
Dari jumlah 57 jemaah tersebut, termasuk 4 orang pendamping atau pasangannya. Dengan demikian, ada 53 jemaah yang sakit dan dinyatakan tak layak terbang. Kemudian pendampingnya akhirnya juga memutuskan untuk menunda keberangkatan ibadah haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa jemaah yang terdeteksi demensia. Juga ada beberapa jemaah yang harus menjalani perawatan medis intensif.
Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Pemerintah Indonesia memang memperketat istitaah atau kemampuan jemaah secara kesehatan, lebih diperketat. Pasalnya Pemerintah Arab Saudi juga memperketat istitaah kesehatan jemaah calon haji.
Jemaah yang telah dipulang ini batal berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Namun mereka akan diprioritaskan untuk diberangkatkan tahun depan.
Lebih lanjut Nabiila menyampaikan, saat ini terdapat 7 jemaah yang sakit di Embarkasi Solo. 4 jemaah dirujuk ke RS Moewardi Solo, dan 3 jemaah dirawat di Poliklinik Embarkasi.
"Saat ini ada 7 jemaah yang sakit di Embarkasi," jelasnya.
Lebih lanjut Nabiila menyampaikan, hingga sore hari ini jemaah yang telah masuk Embarkasi Solo, total 22.653 jemaah yang terbagi dalam 63 Kloter. Sedangkan yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 60 Kloter dengan jumlah jemaah 21.499 orang.
