3 Rumah Bedeng Pekerja Bangunan Lapas di Semarang Timur Terbakar

3 Rumah Bedeng Pekerja Bangunan Lapas di Semarang Timur Terbakar

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Minggu, 10 Mei 2026 13:00 WIB
Personel Damkar Kota Semarang saat berjibaku memadamkan tiga rumah bedeng yang terbakar di Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur.
Personel Damkar Kota Semarang saat berjibaku memadamkan tiga rumah bedeng yang terbakar di Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur. Foto: Dok. Damkar Kota Semarang
Semarang -

Tiga unit rumah bedeng yang digunakan para pekerja proyek pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, terbakar. Diduga api berasal dari obat nyamuk bakar dan korsleting listrik.

Adapun kebakaran tiga unit bedeng itu terjadi pada Minggu (10/5/2026) pukul 09.40 WIB. Kebakaran tersebut diketahui setelah warga berteriak adanya kebakaran.

"Pada hari minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 09.40 WIB, telah terjadi kebakaran rumah bedeng di Jalan dr. Cipto, samping Lapas Kelas 1 dr. Cipto. Ada 3 bedeng yg di situ ditempati pekerja proyek pekerjaan pembangunan lapas. Awalnya saksi 1 Bapak Pandu mendengar orang teriak-teriak ada kebakaran," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, kepada detikJateng melalui pesan singkat siang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengetahui adanya kebakaran, saksi langsung menuju lokasi dan berusaha memadamkan api. Namun, api terlanjur besar.

"Lalu (saksi) menuju lokasi dan berupaya memadamkan api dengan alat seadanya namun api sudah besar," jelas Tantri.

ADVERTISEMENT

Saksi lainnya pun menolong untuk memadamkan api yang semakin membesar dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Sayangnya, upaya tersebut tak membuahkan hasil.

"Kemudian saksi 2 Bapak Yeremia berusaha membantu menggunakan APAR, namun api sudah lebih besar, kemudian menghubungi Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Semarang via WA hotline Damkar," ungkap Tantri.

Mendapat laporan tersebut, Damkar Kota Semarang langsung menuju lokasi. Sebanyak tiga unit armada dan 15 personel dikerahkan.

"Petugas segera melakukan upaya pemadaman dan penyekatan area untuk mencegah penyebaran api lebih luas. Pukul 10.20 WIB api mulai dapat dikendalikan dan dilakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Sekitar pukul 10.30 WIB, api dinyatakan padam sepenuhnya," beber Tantri.

Tantri menduga penyebab kebakaran itu adalah dari obat nyamuk bakar dan korsleting listrik. Adapun kerugiannya ditaksir mencapai Rp 50 juta.

"Diduga api berasal dari obat nyamuk dan korsleting dari kabel rol. Total kerugian kurang lebih Rp 50 juta. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut," pungkasnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads