Longsor Rusak Rumah Warga di Manyaran Semarang

Longsor Rusak Rumah Warga di Manyaran Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Minggu, 10 Mei 2026 11:39 WIB
Kondiri rumah milik Haris, warga Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, usai terdampak longsor, Minggu (10/5/2026).
Kondiri rumah milik Haris, warga Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, usai terdampak longsor, Minggu (10/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja
Jakarta -

Rumah milik Haris (41), warga Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang, Kota Semarang, rusak parah akibat terdampak longsor. Meski begitu, Haris dan ketiga anggota keluarganya memilih untuk bertahan di rumah tersebut.

Rumah milik Haris rusak parah akibat terdampak longsor pada Sabtu (9/5) malam. Pantauan detikJateng di lokasi, Minggu (10/5/2026), tampak setengah bangunan rumah tersebut ambles.

Sejumlah warga, bhabinkamtibmas, dan babinsa terlihat bekerja bakti membersihkan materiil rumah yang tertumpuk tanah dan yang perlu dibongkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tampak sejumlah bata ringan berceceran di sekitar rumah milik Haris. Rumah tersebut berdiri tepat di atas jalan setapak.

Haris mengatakan, rumahnya terkena longsor saat berlangsung hujan lebat pada Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu anak dan istrinya tengah berada di rumah tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden itu.

ADVERTISEMENT

"Kemarin malam kan hujan lebat toh, robohnya dua kali, sana roboh pertama. Untung nggak ada orang, biasanya masak sama njagong di situ," kata Haris saat ditemui detikJateng di rumahnya, pagi ini.

Saat roboh pertama, yakni bagian dapur, Haris menerangkan, keluarganya berupaya menyelamatkan sejumlah barang. Selang 20 menit, setengah bangunan rumah itu ambles.

"Terus barangnya tak keluarin ke sini semua, dalam jangka 20 menit, bablas dapur sama kamar tidur," katanya.

Dirinya telah menempati rumah yang dibangunnya itu sekitar delapan tahun. Haris dan keluarganya memilih untuk tetap bertahan di rumah tersebut meski telah mendapat tawaran dari lurah setempat untuk dipindah sementara.

"Bangunannya 7 sampai 8 tahun. Sementara tinggal di kamar sebelah, insyaallah lebih nyaman di rumah sendiri. Tadi sudah ditawari sama bu lurah, istri nggak mau, soale dia nggak bisa tidur di rumah orang," ungkapnya.

Haris menyebut kerugian materiilnya mencapai hingga Rp 20 juta. Dia pun mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah.

"Kalau bantuan dari pemerintah saya pribadi inginnya dibantu, tadi malam sudah ada Basarnas sama BPBD," sebutnya.

Sementara itu, Lurah Manyaran, Kanti, menerangkan hujan deras tadi malam menyebabkan longsor yang melanda rumah milik Haris di RT 10/ RW 3. Dua hari sebelumnya, rumah warga lainnya di RT 9/RW 3 turut terdampak longsor, tetapi sudah tertangani.

"Kalau semalam RT10/RW3, satu rumah itu. Kalau sebelumnya ada di RT9/RW3, tapi alhamdulillah sudah ditangani dan itupun sudah ada koordinasi dengan pemilik rumah. Beliau telah menyiapkan alat berat untuk membersihkan longsor tersebut, alhamdulillah sudah tertangani," sebut Kanti.

Soal penanganan rumah milik Haris, Kanti menyebut, pihaknya bakal bersurat ke OPD teknis dan meminta bantuan ke PMI dan Baznas. Selain itu, pihaknya telah menawarkan Haris dan keluarga untuk diungsikan sementara.

"Upayanya kita nanti akan bersurat ke dinas terkait, PU maupun Perkim, sama untuk bantuan ke PMI sama Baznas. Dan ini kita juga mencarikan tempat sementara penampungan tinggal di wilayah setempat," katanya.

"Tadi kebetulan ada warga yang menawarkan (tempat tinggal sementara), cuma nanti tergantung pemilik rumah, ngersani nopo mboten (mau atau tidak). Tadi juga saya sudah tawari kalau pun nggak bisa ke rumah warga, silakan ke kelurahan, kita ada ruangan sendiri untuk sementara kita tampung," pungkasnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads